Presiden Jokowi Minta Perguruan Tinggi yang Usia Tua Segera Lakukan Peremajaan

- Kamis, 29 Juli 2021 | 18:48 WIB
Presiden Jokowi berdialog dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengenai Kampus Merdeka, di Istana Negara, Jakarta. (BPMI Setpres)
Presiden Jokowi berdialog dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengenai Kampus Merdeka, di Istana Negara, Jakarta. (BPMI Setpres)

HARIANHALUAN.COM-- Presiden RI Joko Widodo meminta perguruan tinggi yang usianya sudah tua untuk segera melakukan peremajaan. Maksudnya, peremajaan kurikulum dan sistem pembelajaran, peremajaan manajemen dan perilaku supaya tetap tangguh dan kompetitif di dunia yang baru. Bagi perguruan tinggi yang masih muda, hal ini merupakan kesempatan emas karena tidak terbebani untuk membuang tradisi kerja masa lalu.

“Perguruan tinggi baru berkesempatan untuk melompat ke cara kerja baru, ke kurikulum baru, ke manajemen model baru. Disrupsi sekarang ini memberikan kesempatan kepada pendatang baru, kepada yang remaja untuk mendahului yang lama, yang terbebani dengan cara-cara lama,” kata Presiden saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2021, secara virtual, Selasa (27/07/2021) yang dilansir dari Setkab.go.id

Di sisi lain, Presiden memastikan bahwa pemerintah bekerja keras untuk mengembangkan ekosistem kebijakan yang kondusif bagi pengembangan cara-cara baru yang lebih produktif dan efisien. Presiden berharap perguruan tinggi bisa membangun cara kerja baru dengan lebih progresif.

Baca Juga: Kegiatan Belajar Mengajar Mulai Dilonggarkan untuk Perguruan Tinggi dalam PPKM Mikro Keempat

“Saya harap perguruan tinggi harus lebih progresif dalam membangun cara kerja baru untuk menyiapkan masa depan para mahasiswa kita, dan untuk menyiapkan Indonesia mendahului negara-negara lain,” tegasnya.

Rangkaian disrupsi yang disebabkan oleh revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak pengetahuan dan keterampilan menjadi usang atau tidak relevan lagi. Di saat yang bersamaan, banyak pengetahuan baru yang dikembangkan oleh lembaga peneliti dan praktisi yang bermunculan. Demikian halnya dengan bidang pekerjaan baru yang banyak bermunculan. 

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menekankan agar lembaga pendidikan tinggi dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Jangan sampai pengetahuan dan keterampilan mahasiswa itu justru tidak menyongsong masa depan. Pengetahuan dan keterampilan yang hebat di masa kini bisa jadi sudah tidak dibutuhkan lagi dalam lima tahun atau sepuluh tahun ke depan. Mahasiswa harus disiapkan [untuk] menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk zamannya,” tegas Presiden.

Untuk menyikapi hal tersebut, Presiden mendorong dunia perguruan tinggi agar berkolaborasi dengan para praktisi dan pelaku industri. Demikian juga sebaliknya, di mana para pelaku industri sangat membutuhkan talenta dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: setkab.go.id

Terkini

7 Negara yang Berada di Oseania Selain Vanuatu

Senin, 27 September 2021 | 19:45 WIB

Pengertian Lingkungan Hidup dan Cara Menjaganya

Jumat, 24 September 2021 | 19:13 WIB

Keistimewaan Membaca Surah Surah Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 24 September 2021 | 06:56 WIB
X