Jamiluddin Ritonga: PAN Terancam, Partai Ummat dan Gelora Berpeluang Masuk Senayan

- Kamis, 2 September 2021 | 13:00 WIB
Pangamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga.
Pangamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pangamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai partai baru, terutama yang berbasis agama, seperti Partai Ummat dan Gelora berpeluang masuk Senayan pada Pemilu 2024.

"Peluang kedua partai itu semakin terbuka dengan masuknya PAN ke partai koalisi pendukung pemerintah," kata Jamil kepada media ini, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Pilpres 2024, Jamiluddin Ritonga: Kecil Peluang Prabowo Menang

Menurut Jamil, pendukung PAN yang umumnya cenderung kritis, tentu tidak menghendaki PAN masuk partai koalisi pendukung pemerintah. Mereka ini kemungkinan besar akan beralih ke partai baru yang berbasis Islam.

Sebagian pendukung PAN yang berbasis Muhamadiyah diperkirakan Jamil akan beralih ke partai baru yang berbasis Islam. Mereka ini tak sudi mendukung PAN yang berubah haluan mendukung Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Jamiluddin Ritonga: Sikap ABS Menyeruak di Istana Negara

Sedangkan partai baru yang berbasis Islam hanya Partai Ummat dan Gelora yang berpeluang masuk Senayan. Partai Masyumi kiranya sangat sulit mendulang suara yang signifikan untuk mendapat tiket ke Senayan.

"Partai Ummat, tentu punya basis kuat di Muhammadiyah dan Ormas Islam lainnya di luar NU. Sebagian besar suara mereka ini diperkirakan akan meninggalkan PAN, PPP, dan PBB. Mereka akan beralih ke Partai Ummat. Ada kemungkinan suara PAN, PPP, dan PBB akan semakin nyungsep pada Pemilu 2024," kata penulis buku Riset Kehumasan itu.

Sementara Partai Gelora akan bersaing ketat dengan PKS. Mereka akan memperebutkan segmen pemilih yang sama. Karena itu, PKS tidak akan lagi mendapat suara penuh dari segmen Islam yang selama ini sangat loyal. Sebagian pemilih PKS diperkirakan akan beralih ke Partai Gelora.

"Jadi, partai baru yang berbasis Islam, hanya Partai Ummat dan Partai Gelora yang berpeluang masuk Senayan. Itupun kalau dua partai itu mampu memperluas segmen calon pemilihnya dan memanfaatkan kelemahan partai Islam yang saat ini berkoalisi dengan partai pendukung pemerintah," kata Dekan Fikom IISIP Jakarta 1996 - 1999 itu. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Ini Tokoh Wanita yang Layak Masuk Bursa Capres

Senin, 29 November 2021 | 17:55 WIB

5 Peran Penting Puan Maharani di Kancah Politik

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB

DPR Minta Dunia Jangan Lupakan Palestina

Senin, 29 November 2021 | 13:46 WIB
X