Fahri Hamzah: Rusaknya Demokrasi Berawal dari Biaya Politik Mahal 

- Sabtu, 4 September 2021 | 19:42 WIB
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

"Dengan modal pulsakan sebenarnya orang sudah bisa mendengarkan ceramah kita. Partai Gelora ingin menemukan akarnya, sehingga kita mencanangkan dari perbaikan negara melalui perbaikan partai politiknya," tandas Fahri. 

Sementara Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia Ratih Sanggarwati mengatakan, Partai Gelora akan akan mendorong kaum perempuan untuk maju dalam konstestasi Pemilu 2024 dalam rangka memenuhi keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen. 

"Saya berharap semua perempuan di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kapasitas yang hebat untuk maju sebagai kandidat di Pemilu. Tidak lagi berpikir terganjal biaya politik yang mahal, tapi harus kita dorong untuk mampu dan mau berkontestasi pada pemilu terutama untuk memenuhi kuota keterwakilan 30% perempuan," kata Ratih. 

Praktik-praktik pembiayaan politik yang mahal selama ini, lanjut Ratih, tidak mencerdaskan masyarakat dan hanya menyuburkan prilaku korups seperti lahir istilah 'Serangan Fajar' dan 'Wani Piro?'. Hal ini membuat praktik jual beli suara terjadi antara pemilih dan calon. 

"Serangan Fajar dan Wani Piro harus dihindar, karena selain melanggar aturan yang ada praktik-praktik ini sangat tidak mencerdaskan masyarakat kita. Dana yang disiapkan itu digunakan uberbagai alat peraga kampanye, atau untuk membuat iklan di media massa jika diperlukan. Kita perlu mengedukas masyarakat," katanya. (*)

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Megawati Ulang Tahun, Kader PDIP Berikan Kado Ini

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:45 WIB

PKS Minta Sektor Kelistrikan Jangan Diliberalisasi

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:15 WIB

42 Desa di Kerinci Bakal Gelar Pilkades Serentak

Kamis, 20 Januari 2022 | 04:20 WIB
X