Jamiluddin Ritonga: Puan dan Ganjar Minim Prestasi Nasional

- Kamis, 9 September 2021 | 17:34 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo dnilai minim prestasi nasional (Foto: SINDOnews)
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo dnilai minim prestasi nasional (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sulit menilai mana yang lebih berprestasi antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. Baik Puan maupun Ganjar sama-sama minim prestasi.

"Keduanya belum punya rekam jejak yang moncer di level nasional," kata pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021).

Jamil melihat Puan selama menjadi menteri tidak terdengar gebrakan yang monumental. Kebijakan yang diambilnya juga tidak membuat decak kagum masyarakat.

"Revolusi mental yang waktu menteri menjadi tugas dan fungsinya, juga tidak berjalan. Tidal jelas capaian revolusi mental selama ditangani Puan. Bahkan sampai saat ini gaungnya saja sudah tidak terdengar," kata penulis buku Riset Kehumasan itu.

Selama menjadi Ketua DPR, Jamil menilai belum terlihat prestasinya. DPR seolah hanya berjalan rutinitas. Bahkan fungsi legislasi dinilai paling lemah selama DPR dipimpin Puan.

Begitu juga dengan Ganjar. Jamil menilai Ganjar belum menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin nasional. Selama menjadi gubernur, Ganjar tampaknya masih sebagai pemimpin lokalit.

"Pestasinya selama jadi Gubernur Jawa Tengah, juga belum ada yang monumental. Belum terlihat kebijakan yang diambilnya berimbas untuk kemajuan nasional," nilai Jamil.

Kalau pun harus dinilai, Ganjar memang lebih baik dari Puan bila dilihat dari elektabilitasnya. Namun melihat sepak terjang lembaga survei belakangan ini, tampaknya wajar bila hasil surveinya diragukan validitasnya.

"Jadi, Puan dan Ganjar dilihat dari prestasi tampaknya seimbang. Keduanya sama-sama kurang berprestasi di level nasional," kata pengajar Universitas Esa Unggul itu.

Karena itu, menurut Jamil, wajar kalau DPP PDIP nantinya akan lebih memilih Puan daripada Ganjar pada Pilpres 2024. Puan, meskipun kurang berprestasi, namun sudah memimpin di level nasional.  Sementara Ganjar hingga saat ini masih lokalit.

Selain itu, Puan salah satu trah Soekarno. Nama Soekarno tampaknya masih bisa dijual untuk mendulang suara bila Puan maju pada Pilpres mendatang.

"Hal terpenting bagi Megawati, kalau Puan tidak dimajukan pada Pilpres 2024, maka peluang lenyapnya trah Soekarno akan besar. Tentu hal ini tidak dikehendaki Megawati dan petinggi PDIP yang diuntungkan bila trah Soekarno masih tetap eksis di PDIP," kata Dekan FIKOM IISIP Jakarta 1996 - 1999 itu. (*)

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

Ini Tokoh Wanita yang Layak Masuk Bursa Capres

Senin, 29 November 2021 | 17:55 WIB

5 Peran Penting Puan Maharani di Kancah Politik

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB

DPR Minta Dunia Jangan Lupakan Palestina

Senin, 29 November 2021 | 13:46 WIB
X