Ketahui Cara Kerja Lembaga Survei agar Tak Tertipu yang Abal-abal

- Kamis, 16 September 2021 | 08:35 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jelang Pilpres 2024, berbagai lembaga survei merilis hasil pengolahan opini publik terkait nama-nama yang diperkirakan akan muncul sebagai capres. Namun, hasil survei dari lembaga-lembaga survei tersebut cukup berbeda. Kenapa ini bisa terjadi?.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita memahami apakah sebenarnya lembaga survei elektabilitas itu. Menurut Wildan Hakim, Dosen Political Public Relations di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, lembaga survei lazim ditemui di negara yang menganut sistem demokrasi seperti halnya di Indonesia.

Baca Juga: Survei Menuju 2024: Elektabilitas 4 Partai Melonjak, PDIP Teratas

“Di Indonesia, lembaga survei lahir seiring diterapkannya pemilihan langsung untuk memilih presiden, kepala daerah, serta anggota parlemen. Lembaga survei di Indonesia memang identik dengan survei elektabilitas yakni survei yang bertujuan mengukur tingkat keterpilihan seseorang dalam sebuah kontestasi bernama Pilpres, Pemilu Kepala Daerah, dan Pemilu Legislatif,” kata Wildan dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Survei Elektabilitas, Berikut Nama-nama Capres yang Muncul Bikin Publik Tercengang

Elektabilitas sendiri, lanjut dia, diartikan sebagai tingkat keterpilihan. Melalui survei elektabilitas, lembaga survei berupaya memperkirakan berapa persen tingkat keterpilihan seorang tokoh politik maupun sebuah partai politik.

“Persentase yang dihasilkan dari survei ini bermanfaat sebagai panduan bagi Parpol maupun tim sukses tokoh politik untuk menyusun strategi yang akan dijalankan guna memenangkan kontestasi,” ucap Wildan.

Ketika ditanya mengenai kredibilitas lembaga survei, Wildan menekankan bahwa masing-masing lembaga survei pada dasarnya bisa menyelenggarakan survei sepanjang mereka memiliki dana yang mencukupi.

Pasalnya, dalam menyelenggarakan survei terdapat banyak ukuran yang perlu diperhatikan, seperti jumlah responden yang dicuplik, cakupan wilayah survei, hingga metode survei yang pada akhirnya memengaruhi hasil survei yang biasanya disampaikan kepada publik.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Puan Maharani Desak Pemerintah Naikkan Upah Buruh

Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:45 WIB

Payung Hukum PPHN Masih Jadi Perdebatan di MPR

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:18 WIB

Ini Nama Capres dari PDIP, Puan Dapat Kans Besar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:30 WIB
X