Jelang Pilpres Jangan Sampai Terjebak Drama Politik, Ketahui Cara Menilai Survei Elektabilitas yang Valid

- Sabtu, 18 September 2021 | 22:21 WIB

HARIANHALUAN.COM - Menuju Pilpres 2024, berbagai lembaga survei berlomba-lomba menyusun survei elektabilitas. Nama-nama calon presiden bermunculan, memicu opini publik. Namun, bagaimana mengukur validitas hasil survei elektabilitas ini?

Untuk mengetahuinya, masyarakat perlu memahami mana hasil survei yang valid dan mana yang masih dipertanyakan hasilnya. Menurut Wildan Hakim, Dosen Political Public Relations di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, survei elektabilitas patut dipertanyakan validitasnya ketika lembaganya tidak dikenal.

“Pemeriksaan paling mudah ialah dengan mempertanyakan, apakah lembaga survei tersebut terdaftar ke dalam Persepi (Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia),” kata Wildan dalam wawancara pada Senin (13/9/2021).

Seluruh lembaga survei yang dinilai kredibel, lanjut dia, tergabung dalam wadah bernama Persepi ini. Data terakhir menyebutkan, ada 38 lembaga survei yang terverifikasi dan tergabung dalam Persepi.

“Jadi, untuk menilai kredibilitas sebuah lembaga survei, indikator pertamanya bisa dengan melihat apakah lembaga survei tersebut tergabung dalam Persepi atau tidak,” tuturnya.

Wildan mengungkapkan, belum semua lembaga survei terdaftar ke dalam Persepi. Ketidakjelasan lembaga survei ini bisa juga dilihat nama lembaga yang seketika muncul, namun tidak memiliki laman versi yang bisa dijadikan sarana untuk memeriksa keberadaannya.

Selain itu, indikasi lain untuk menilai validitas hasil survei adalah ketika survei yang disajikan punya selisih hasil yang sangat jauh dari survei sejenis yang dilakukan oleh lembaga lain.

“Ilustrasinya begini, ada tiga lembaga survei yang menyatakan tokoh Y memiliki elektabilitas di angka 2,8%, 2,5%, dan 3%. Namun ada sebuah lembaga survei yang menyatakan bahwa elektabilitas tokoh Y berada di angka 5%,” Wildan mencontohkan.

Meski demikian, patut diakui saat ini survei elektabilitas memang masih menjadi salah satu cara untuk menghitung peluang kemenangan seorang tokoh politik dalam sebuah kontestasi.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Puan Maharani Desak Pemerintah Naikkan Upah Buruh

Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:45 WIB

Payung Hukum PPHN Masih Jadi Perdebatan di MPR

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:18 WIB

Ini Nama Capres dari PDIP, Puan Dapat Kans Besar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:30 WIB
X