Target Partisipasi Pemilih dan Pemilu 2024 Naik jadi 79,5%

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan pada 2024 pemerintah akan dihadapkan dengan isu aktual pelaksanaan Pilkada dan Pemilu serentak, yang tahapan pelaksanaannya telah dimulai pada tahun 2022.

Sukses pemilu dan pilkada serentak akan diukur antara lain melalui tingkat partisipasi pemilih, pada pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2019 jumlah partisipasi pemilih 78,98%, angka ini lebih tinggi dari target dalam RPJMN 2015-2019 yaitu 77,5%.

Baca Juga: Penetapan Pemilu 2024 Belum Ada Kesepakatan

"Kesuksesan ini harapan kita bersama dapat terulang atau lebih tinggi pada pelaksanaan pilkada dan pemilu serentak pada tahun 2024, dimana target tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada dan pemilu tahun 2024 dalam RPJMN 2020 2024 sebesar 79,5%," kata Mahyeldi Rapat Koordinasi jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi dan Kabupaten/ Kota Se-Sumatera Barat Tahun 2021.

Menurut Mahyeldi, parameter selanjutnya dalam mengukur sukses pilkada adalah situasi tertib dan tentram guna kelancaran pilkada dan pemilu serentak tahun 2024. Untuk itu aparatur kesbangpol di daerah perlu mengawal pelaksanaan Pilkada dan Pemilu Serentak tahun 2024 mulai dari tahapan pelaksanaan hingga pemungutan suara.

Baca Juga: Menghadapi Pemilu 2024, Direktur TSRC: Edukasi Digital Penting Agar Masyarakat Tak Terjebak Hoaks

"Perlu kiranya untuk dilakukan deteksi dini dan cegah dini adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang dapat menggagalkan pelaksanaan Pilkada dan Pemilu serentak tahun 2024," ujar Mahyeldi.

Dalam rangka sukses pilkada dan pemilu serentak tahun 2024 tentu saja dibutuhkan dukungan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam Fasilitasi dukungan regulasi dan anggaran pilkada, Peran aktif kesbangpol dalam setiap tahapan, Menjaga stabilitas politik dan keamanan, Sosialisasi pelaksanaan pilkada dan Penguatan fungsi komunikasi.

Selain Pilkada, dinamika lingkungan strategis dan perubahan sosial politik yang berkembang dan menimbulkan isu-isu global dapat mempengaruhi nilai nilai budaya dan jati diri bangsa, khususnya daerah minangkabau yang telah dikenal dengan falsafah "Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah."

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X