Celeng Vs Banteng, Jamiluddin Ritonga: Hanya Ganjar yang Bisa Meredakan

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:32 WIB
Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga
Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Perseteruan Celeng versus Banteng semakin memanas di tubuh Pertai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Perseteruan ini menggambarkan pertarungan arus bawah dan arus atas di tubah partai pimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga kepada media ini, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Kader PDIP Wajib Baca! Megawati Bocorkan 'Jurus' Jitu agar Terpilih Kembali di Pemilu 2024

Menurutnya, arus bawah mewakili akar rumput berjuang ingin mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Mereka mengklaim sebagai relawan yang kehadirannya konon tidak meminta izin Ganjar.

Sedangkan arus atas mewakili petinggi struktural PDIP. Kelompok ini konon menginginkan kadernya tidak terlibat dalam dukung mendukung capres. Semua kader diminta untuk menunggu keputusan sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Dapat Tugas dari Megawati, Ganjar Pranowo Diminta Serius Tangani Bencana

Kelompok arus atas ini disatu sisi ingin kadernya tidak berbicara capres, namun publik sudah mengetahui mereka mendukung Puan Maharani untuk menjadi capres.

"Hal ini kiranya yang membuat arus bawah marah dan melakukan pembangkangan. Kelompok ini jelas-jelas mengabaikan sebutan celeng, bahkan menjadikannya sebagai bentuk perlawanan terhadap arus atas," kata Jamil.

Sebetulnya menurut Jamil, perseteruan ini akan mereda bila Ganjar mau turun tangan. Ganjar secara terbuka dapat meminta para relawan dan kader PDIP untuk menghentikan dukungan kepadanya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X