Muscab PPP Dharmasraya, Harry Permana Terpilih sebagai Tim Formatur

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:41 WIB
Ketua Formatur Pembentukan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Dharmasraya, Harry Permana ST.
Ketua Formatur Pembentukan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Dharmasraya, Harry Permana ST.

PULAU PUNJUNG, HARIANHALUAN.COM -  Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Harry Permana ST, terpilih menjadi salah seorang anggota tim formatur yang diketuai T Riffandy Pratama dari unsur Pimpinan Wilayah dalam sidang paripurna IV Tentang Penetapan Formatur Muscab IV Partai Persatuan Pembangunan yang akan bertugas menyusun struktur kepengurusan partai berlambang Ka'bah itu di Dharmasraya untuk periode 2021-2026.

Dalam sebuah perbincangan singkat dengan tokoh muda daerah itu, Minggu (17/10), Harry sempat mengungkapkan tekadnya untuk membangun kekuatan politik baru yang akan menjadi corong aspirasi masyarakat kabupaten itu hingga tingkat nasional.

Baca Juga: Kuatkan Kelembagaan, PPP yakin Peroleh 2 Kursi Legislatif di Dharmasraya

"PPP menerapkan sistem penyusunan kepengurusan di daerah dengan melibatkan seluruh unsur pengurus sejak dari Pimpinan Anak Cabang hingga Dewan Pimpinan Pusat, pola ini merupakan upaya akselerasi antar pengurus sehingga bisa satu komando dalam memenangkan pertarungan pada Pemilu 2024 nanti," ungkapnya.

Nantinya, lanjut Harry, secara berjenjang setiap kandidat Ketua DPC PPP akan dilakukan uji kelayakan serta analisa yang detail terhadap visi misi perjuangan partai dalam membangun semangat ke-Indonesiaan dan tentu saja tentang kiat mereka dalam melayani setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Baca Juga: Jelang Muswil IX, PPP Dharmasraya Mantap Dukung Kembali Hariadi BE Pimpin DPW Sumbar

Intinya, kandidat pimpinan di daerah haruslah diembankan pada tokoh yang memiliki kemampuan penguasaan wilayah baik secara administrasi, Geopolitik, Geososial hingga keberdayaan mereka untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat luas.

"Selama ini masyarakat dipertontonkan dengan sebuah konsep ketokohan yang selalu dilayani, disanjung dan dipuja-puji meskipun miskin karya, dengan kehadiran skuad baru PPP maka hegemoni seperti itu merupakan sebuah kelemahan yang wajib segera ditiadakan karena masyarakat tidak butuh pembawa aspirasi yang manja dengan daya tarung rendah," tegasnya.

Ia mengatakan, adapun salah satu beban tanggung jawab pengurus baru nantinya adalah bagaimana mengelaborasi seluruh elemen unsur kader senior dan kaum millenial yang saat ini sudah melebur menjadi semangat baru PPP dalam memenangkan persaingan merebut kursi legislatif di setiap tingkatan pemilihan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X