Jangan Anggap Remeh Wanita di Dunia Politik, Mereka Mampu Memberikan Perubahan

Milna Miana
- Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

"Jadi tugasnya mereka memang di ranah kebijakan, dihukum, di undang-undang. Mereka kita lihat banyak perempuan di komisi 8, Ya syukur juga isu perempuan dan anak tapi mereka yang ada di komisi lain misalnya di bidang infrastruktur adalah memperjuangkan kebutuhan perempuan karena kebutuhan," tuturnya.

Mengenai adanya diskriminasi perempuan dengan laki - laki bisa dirasakan di ranah perkantoran. Menurut Nyimas perempuan itu bisa mencapai kesetaraan. Memang di bidang pendidikan perempuan itu sudah hampir melampaui laki-laki, tapi ketika masuk ke lapangan kerja itu anjlok lagi.

Selain itu, ia menyoroti bahwa banyak perempuan muda yang harus berhenti bekerja karena beberapa persoalan, seperti persoalan anak, dan lain-lain bahkan mengenai pemahaman laki-laki Bagaimana istrinya berkarier.

"Ini banyak juga yang menjadi hambatan bagi perempuan. karena staf saya di kantor juga banyak yang menjadi korban seperti itu, padahal mereka pinter, sdm-nya bagus, dan mereka harus lebih mengutamakan tumbuh kembang anaknya. Saya tanya Nanti anaknya setelah SMP bagaimana? sementara tuntutan rumah juga tinggi. Nah jadi itu persoalan, Kenapa perjuangan perempuan itu belum selesai dan harus terus diperjuangkan. Upaya-upaya untuk menghambat itu juga cukup banyak," tutur Nyimas.

Menurut Nyimas, budaya patriarki yang menjadikan diskriminasi itu berdasarkan kajian riset para ahli gender. Hal itu tidak hanya di Indonesia bahkan hampir diseluruh belahan dunia.

“Budaya patriarki itu masih terjadi dimana dominasi laki-laki lebih kuat dibanding perempuan jadi sumber daya atau semua itu lebih banyak dikuasai oleh laki-laki, karena perempuan kadang gamang memasuki apalagi ranah-ranah maskulinitas,” tuturnya.

Maka dari itu, adanya Srikandi TB Sriwijaya memberdayakan meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan dan anak. Bukan hanya di Sumatera saja, tapi seluruh Indonesia.

"Itulah mimpi, tapi mimpi itu juga pelan-pelan kita harus wujudkan. Mulai di internal kita lagi menyamakan persepsi," ujar Nyimas.

Perlu diketahui, Srikandi Sriwijaya terbentuk dari keresahan para kaum perempuan, mereka ingin menjaga hak dan memberdayakan kaum perempuan dan melindungi anak untuk Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat Srikandi Tenaga Pembangunan Sriwijaya (Srikandi TP Sriwijaya), Nyimas Aliah mengatakan bahwa wadah itu berperan aktif dalam memberdayakan perempuan dan melindungi anak untuk Indonesia maju.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X