Pilih Capres di Bawah Usia 50 Tahun, Cermati Prestasinya Dulu

Milna Miana
- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 16:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Usia 50 tahun menjadi batas untuk menjadi pemimpin muda. Di Indonesia banyak pemimpin muda yang berusia tak lebih dari 50 tahun.

Usia muda bukan berarti tidak bisa apa-apa, termasuk menjalankan pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa pemimpin yang berhasil memangku jabatannya pada usianya relatif muda.

Baca Juga: ANIES Deklarasikan Gubernur DKI Jakarta for President 2024, Pengamat: Dia Layak jadi Capres

Pemimpin muda memang relatif menawarkan ide-ide segar dan kecakapan kerja yang dinamis.

Sebut saja Kanselir Austria ini lahir di Wina pada 27 Agustus 1986. Setelah menamatkan kuliahnya, pada 2011 ia memberanikan diri untuk terjun di kancah politik. Partai Rakyat Austria (0VP) menjadi langkah yang dipilihnya, hingga akhirnya bisa menjadi ketua umum.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Daftar Calon Kandidat Pilpres Usia di Bawah 50 Tahun

Pada 2013, Kurz terpilih menjadi anggota parlemen. Di usianya yang baru 27 tahun, Kurz sudah dipercaya untuk memangku jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Australia. Dalam kancah perpolitikan Austria, dia tercatat sebagai menteri termuda.

Atau Presiden Perancis ini lahir di Amiens, Perancis pada 21 Desember 1977. Pendidikan awalnya ditempuh di Perancis. Pada 1999, ia bekerja sebagai asisten editor untuk filsuf Paul Ricœur yang menulis buku. Pada 2006, Macron tergabung sebagai anggota Partai Sosialis. Kariernya semakin naik ketika 2012 hingga 2014 menjabat Deputi Sekretaris Jenderal Istana Elysee.

Saat itu, Francois Hollande menjabat presiden Perancis. Puncaknya pada Agustus 2014, Macron dilantik sebagai Menteri Ekonomi, Industri, dan Data Digital, di bawah kepemimpinan Hollande. Pada 2017, nama Macron meroket. Hingga akhirnya pada Mei 2017, ia ditetapkan sebagai presiden dalam usia 38 Tahun.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X