Jamiluddin Ritonga: Jangan Vonis Anies dengan Logika Sesat

- Minggu, 21 November 2021 | 14:56 WIB
Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga
Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anies Baswedan diisukan memiliki kedekatan dengan Farid Okbah yang ditangkap Densus 88 Polri. Penilaian itu didasarkan karena beredar foto Anies membaca buku karangan Farid Okbah.

Dari sinilah sebagian pihak lalu menyimpulkan Anies punya hubungan dekat dengan Farif Okbah.

Baca Juga: Anies Baswedan: Selama Pandemi, Pola Dakwah Terjadi Pergeseran

"Kesimpulan seperti itu sangat spekulatif dan sangat berbahaya. Sebab, kalau seseorang membaca Stalin, maka bisa-bisa orang tersebut dinilai orang yang dekat Stalin dan penganut paham komunis," kata pengamat komunikasi politik M Jamiluddin Ritonga kepada media ini, Minggu (20/11/2021).

Logika berpikir seperti itu menurut Jamil, memang kerap terjadi di Indonesia. Para buzzer rupiah menggunakan logika berpikir sesat itu untuk menghujat dan menghakimi orang-orang yang tidak mereka sukai.

Baca Juga: Anies hingga Mendagri Digugat ke PTUN, Apa Sebabnya?

:Jadi, walaupun belum jelas suatu isu, namun bagi lawan-lawan politik Anies, isu tersebut sudah cukup dijadikan peluru panas untuk menyudutkan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Hal seperti itulah yang sering dialami Anies," kata Jamil.

Tampaknya hal itu menjadi penyebab munculnya rencana MUI DKI Jakarta membentukan Cyber Army untuk membela Anies dari buzzer. MUI DKI Jakarta tampaknya sudah tidak sabar melihat perilaku buzzer yang menggunakan logika berpikir abnorma.

Meski demikian, Jamil menilai kurang pas MUI punya rencana seperti itu. Sebab, fungsi dan tugas MUI tidak berkaitan dengan pembelaan khusus pada seseorang, khususnya Anies. MUI DKI Jakarta dibentuk bukan untuk membela Anies.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X