Jokowi Masih Dibayang-bayangi PDIP

Administrator
- Minggu, 18 Januari 2015 | 19:22 WIB

Dalam situasi ini, pihaknya melihat Presiden Jokowi me­nab­rak komitmennya keti­ka kampanye. Jokowi diduga mendapat tekanan yang luar biasa. “Ya, orang yang power full. Apalagi kalau yang calon­kan itu Ibu Mega, ya kelabakan Jokowi,” tuturnya.

Pasalnya, Jokowi bisa men­­jadi Presiden karena jasa PDIP. Bila dirujuk sebelum pencalonannya sebagai Pre­siden, kata Tjipta, sebagian internal PDIP menolak, ter­lebih Puan Maharani. Kemu­dian, kelompok TB Hasa­nuddin yang terdiri dari lima orang meminta Jokowi dica­lonkan sebagai Presiden. “Sehingga pelan-pelan mem­bujuk Megawati hingga akhirnya dicalonkan. Ini pela­jaran bagi Jokowi, harusnya Jokowi berani keluar dari kungkungan, you are real Presi­dent bukan petugas partai,” tegasnya.

Tjipta melanjutkan, Joko­wi sebagai Presiden sudah se­mes­tinya menggu­nakan jab­a­tan­nya secara bebas. Dan, bagi para pimpinan partai politik melalui kasus ini men­jadi pelajaran supaya tidak me­ngganggu Presiden. “Seba­gai Presiden pergunakan itu seca­ra bebas, kasus ini juga harus membuat pimpinan parpol menyadari jangan lagi greco­kin, apa yang ingin dila­ku­kan silakan,” tuturnya. (*/okz)

Editor: Administrator

Terkini

Deretan Perempuan Hebat dalam Keluarga Puan Maharani

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:30 WIB

Ini Tokoh Wanita yang Layak Masuk Bursa Capres

Senin, 29 November 2021 | 17:55 WIB

5 Peran Penting Puan Maharani di Kancah Politik

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB

DPR Minta Dunia Jangan Lupakan Palestina

Senin, 29 November 2021 | 13:46 WIB
X