Disebut Seperti Orang Mabuk, Budi Membantah

- Minggu, 8 Februari 2015 | 19:49 WIB

Padahal, razia itu digelar POM TNI AL dan Propam Polri atas perintah Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko. “Mereka seperti orang mabuk karena mereka seolah-olah tidak peduli dengan situasi. Kalau normal kan bisa tahu ada operasi dan koor­dinasi sama kita,” terang Manahan, Minggu (8/2).

Dikatakan, saat hendak di­perik­sa, kedua perwira Polri itu tak mau menunjukkan identitas. Setelah ditangkap, mereka baru mengaku sebagai anggota Polri. “Setelah di­tang­kap, mereka baru bilang Polri. K­it­a sempat ajukan saran untuk tes urine tapi mereka nggak mau. Kita ada kok bukti-bukti, foto lengkap,” ucap Manahan.

“Nggak apa-apa kalau memang tu­gas, tapi kenapa nggak ngaku. Me­re­ka laporannya cuma berdua, kalau kita ada 48 orang karena memang lagi operasi. Ada dari Propam juga, kita memang lagi penegakan keter­tiban gabungan,” ujar Manahan.

Manahan membenarkan adanya pemukulan terhadap 2 perwira polisi itu. Namun hal tersebut terpaksa dilakukan karena petugas razia gabungan membela diri.

“Pemukulan itu untuk membela diri karena mereka mengacungkan pistol. Mereka membentak saat diperiksa, dan mengacungkan pistol sehingga petugas membela diri. Akhirnya diamankan. Lalu dilak­sanakan koordinasi dengan Polri dan diserahkan ke kesatuannya. Saya ingin meluruskan, nggak ada kok kita gimana-gimana sama Polri. Orang kita langsung koordinasi dengan Polri,” imbuh Manahan.

Budi Bantah

Sementara itu, Kompol Budi Hermanto, salah seorang yang men­jadi korban penganiayaan, mem­bantah hal itu. “Saya selama 15 tahun dinas, tidak pernah membawa senja­ta api ke mana pun saya pergi. Kemu­dian yang kedua, laptop kami masih terbuka, kami lagi kerja,” ujarnya.

Budi menambahkan, tuduhan mabuk, buang narkoba, semua itu semua tidak benar.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Puan Maharani Desak Pemerintah Naikkan Upah Buruh

Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:45 WIB

Payung Hukum PPHN Masih Jadi Perdebatan di MPR

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:18 WIB

Ini Nama Capres dari PDIP, Puan Dapat Kans Besar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:30 WIB
X