KPK Terus Mendapat Tekanan

- Rabu, 11 Februari 2015 | 19:53 WIB

Para pimpinan KPK yang dilaporkan itu adalah mantan Ketua KPK Busyro Muqod­das, Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua Ketua KPK Bam­bang Widjojanto, Adnan Pandu Praja. dan Zulkar­naen.

“Melaporkan semua pim­pinan KPK, penyalahgunaan jabatan, Pemalsuan surat dan Pemalsuan suara di persid­a­ngan,” kata Syarifuddin usai mem­beri laporan ke Bareskrim, Rabu (11/2/2015).

“Nomor LP 170/2015,” tambah­nya yang dilansir detik.com.

Dari Tanda Bukti Lapor, dik­e­tahui nomor LP TBL/99/II/2015/Bareskrim. Para pimpinan KPK itu dilaporkan atas dugaan 3 tindak pidana. Menempatkan keterangan palsu yang isinya bertentangan dengan fakta, penyalahgunaan wewe­nang berdasarkan surat panggilan tanggal 31 Agustus 2012 No Spgl-1247/23/VIII/2012, dan menem­patkan keterangan palsu dan atau memalsukan suara sebagaimana dimaksud dalam pasal 266, 421 dan 263 KUHP.

“Suara saya digantikan suara orang lain, ada semua konten di sini (sambil menunjukkan video di HP) tapi saat itu fakta dibedakan. Dalam suara itu saya meminta uang, saya tidak pernah meminta uang. Pembi­caraan itu tidak ada, tapi diada-adakan,” katanya.

“Rp 250 juta,” katanya saat ditanya nominal uang tersebut.

Dalam laporannya, Syarifuddin menyertakan beberapa alat bukti berupa rekaman video dan surat pemanggilan dari KPK. Syarifuddin sudah dinyatakan bersalah oleh pe­ngadilan atas kasus suap dan divonis 4 tahun penjara pada 2012 lalu.

Beberapa staf KPK dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.  “Kami sudah berko­munikasi dan berkoordinasi dengan Wakapolri untuk memberitahukan ancaman yang serius ini, dan Alham­dulilah kami mendapat jaminan dan kami percaya atas jaminan yang diberikan Wakapolri,” kata pim­pinan KPK Bambang Widjojanto.

Pertemuan itu dihadiri oleh 2 pimpinan KPK Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain. Komjen Badrodin disebut kaget saat diberitahu adanya pemanggilan dari penyidik Bares­krim Mbaes Polri. Badrodin menga­ku pemanggilan itu tak atas perin­tahnya.

“Ada juga panggilan terhadap struktural kami yang tidak pada tempatnya dan pimpinan mengam­bil alih tanggung jawab itu dan sudah koordinasi dengan Wakapolri dan beliau mengatakan tidak tahu dan tidak sependapat dengan panggilan-panggilan itu,” ucapnya.

“Yang saya dengar dari pak Pandu, Pak Wakapolri kaget dengan pang­gilan itu karena presiden sudah me­ngatakan hal itu 2 kali untuk tidak ada tindakan kriminalisasi,” terangnya.

Soal ancaman ini juga disebut Bambang sudah dikonsultasikan pada Jokowi. Jokowi mengaku sudah mengetahui informasi tentang ancaman tersebut dan berjanji akan mengambil tindakan tegas.

Sidang Praperadilan

Tim kuasa Komjen Budi Gu­nawan (BG) telah menghadirkan 4 ahli terkenal untuk mendukung dalil permohonan praperadilannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Pihak pengacara KPK tak ingin ‘membalas’ hal itu.

“(Saksi) kita biasa-biasa saja,” ucap salah satu pengacara KPK, Chatarina M Girsang usai sidang di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Rabu (11/2).

Keempat saksi yang dihadirkan oleh pihak BG yaitu Prof Romli Atmasasmita, Prof I Gede Panca Astawa, Dr Chairul Huda, dan Dr Margarito Kamis. Sedangkan pada sidang besok, Chatarina menyebut akan menghadirkan saksi-saksi yang berkaitan saja.

“Pokoknya yang terkait me­kanisme, ini lagi dicek posisinya di mana, karena mereka sebagian ada yang tugas di luar. Tapi kita nggak akan banyak. Ahli kita masih kejar hari Jumat. (Pembuktian) dokumen yang terkait penetapan ini,” ucapnya. (h/net)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Terpopuler

X