Hakim Sarpin Diharapkan Independen

- Minggu, 15 Februari 2015 | 19:21 WIB

“Hakim itu harus bebas, tidak boleh ada intervensi, dan tekanan. Hakim berpegang pada kewe­na­ngan,” kata Harifin dalam jumpa pers di Gedung LBH Jakarta, Minggu (15/2).

Harifin menegaskan, jika Sarpin mendapat tekanan seharusnya tidak dihiraukan. Itulah tugas hakim untuk memutus perkara. Berpihak pada kebenaran, bukan atas tekanan dari sebagian pihak.

“Kalau menerima tekanan, ang­gap saja tidak ada tekanan. Tidak perlu dihiraukan, anggap saja tidak ada .Itu makna independensi dari hakim,” ujar Harifin.

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah selesai memeriksa perkara gugatan pra­peradilan Komjen Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perkara gugatan ini akan diputus oleh Hakim tunggal, Sarpin Rizaldi, Senin 16 Februari 2015 lusa.

“Sidang dengan agenda pe­meriksaan ditutup. Untuk putusan sidang ditunda sampai hari Senin 16 Februari 2015 pukul 09:00 WIB. Toleransi waktu bagi masing-masing pihak satu jam,” kata Hakim Sarpin menutup sidang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jumat (13/2).

Masing-masing pihak, baik pe­mohon Komjen Pol Budi Gunawan maupun termohon KPK optimistis dalil-dalilnya dalam sidang pembuktian yang digelar sejak Senin 9 Februari 2015 lalu, diterima.

Kuasa hukum pemohon, Maqdir Ismail merasa yakin penetapan tersangka terhadap kliennya tidak sah karena termohon tidak meng­hadirkan bukti Laporan Hasil Analisis (LHA) dari PPATK yang digunakan untuk menyelidiki kasus dugaan gratifikasi mantan Kapolda Bali itu.

“Kami masih yakin bahwa data-data dari permohonan kami se­makin dikukuhkan dan beralasan. Apalagi KPK tidak mau me­nunjukan bukti LHA, karena LHA ini bukti permulaan,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB

Bupati Agam Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:42 WIB
X