BNPB Alokasikan Anggaran Bencana Rp2,5 Triliun

- Minggu, 15 Februari 2015 | 19:26 WIB

Ia memberikan gambaran curah hujan yang terjadi di Tanah Air, semuanya berpotensi me­nimbulkan banjir, karena adanya perubahan iklim. Curah hujan yang biasanya turun selama satu bulan, bisa turun dalam waktu satu hari.

Ia mencontohkan, kejadian banjir di Jakarta, dengan curah hujan 351 mm, hanya turun dalam waktu tiga jam.

“Padahal tidak ada kiriman air dari Bogor, ya karena curah hujannya tinggi jelas menimbulkan genangan banjir,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, harus ada strategi baru dalam menghadapi bencana banjir, sebab air hujan yang turun tetap harus bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan di musim kemarau.

“Jangan sampai air hujan yang menimbulkan banjir akhirnya terbuang percuma ke laut, tapi harus bisa di­tangkap dimanfaatkan di musim ke­marau,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan kejadian bencana di Tanah Air saat ini tidak hanya banjir, namun juga kekeringan yang saat ini melanda Palembang.

“BNPB diminta turun ke Palembang, karena daerah setempat mengalami kekeringan, meskipun di Jawa musim hujan,” tandasnya.

Yang jelas, menurut dia, BNPB me­netapkan kewaspadaan menghadapi ancaman bencana banjir sampai Juni, karena di luar Jawa, seperti Ambon, masih masuk musim hujan dan rawan bencana banjir. “Di Ambon musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir sampai Juni. Tapi kalau di Jawa kewaspadaan menghadapi ancaman banjir sampai Maret,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB

Bupati Agam Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:42 WIB
X