Nursyahbani Diteror Bom

- Kamis, 19 Februari 2015 | 19:05 WIB

Alghiffari mengatakan, Nursyahbani mengabarkan hal tersebut kepadanya kemarin, sekitar pukul 23.00 WIB. Ia menambahkan, Nursyahbani mendapatkan ancaman terse­but dari nomor 0878­6427­2394. “Ada bom di halaman rumahmu. Tunggu meledak,” ujar Alghiffari menirukan kali­mat dalam pesan singkat itu.

Setelah menerima pesan ancaman itu, kata Alghiffari, Nursyahbani langsung me­ngadukan teror tersebut ke Wakil Kepala Polri Badrodin Haiti. Setelah itu, sekitar pukul 01.00 WIB, Badrodin langsung mengirimkan tim kepolisian ke rumah Nursyahbani untuk menyisir dugaan bom. “Pukul 1 malam langsung disisir ru­mah Nursyahbani. Enggak ada,” ujar dia.

Dengan demikian, Al­ghi­ffari menduga bahwa kepu­tusan Presiden Joko Widodo me­ngenai pemberhentian se­mentara dua pimpinan KPK dan pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan se­bagai kepala Polri ternyata tidak menghentikan tekanan kepada KPK. Menurut dia, masih akan ada ancaman lain­nya yang akan menimpa orang-orang yang mendukung KPK. “Masalahnya belum selesai. Ada pihak yang terganggu dengan kerja lawyer dan KPK. Ancaman-ancaman terus ada pada kami, pegiat KPK,” kata Alghiffari.

Lapor ke Polri

Merasa terancam, Nur­syahbani lantas mengirim pe­san singkat ke Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Bad­rodin Haiti pukul 23.40 WIB dan mengadukan pesan mis­terius yang diterimanya. Pesan singkat itu berisi “Ada bom di halaman rumahmu. Tunggu meledak”.

Nursyahbani mengaku su­dah seminggu terakhir men­dapatkan pesan bernada anca­man ke telepon genggamnya. Dalam pesan singkatnya ke Badrodin, Nursyahbani me­min­ta agar pengaduannya di­per­hatikan. “Saya mau lapor, bahwa saya mendapat ancaman seperti ini dari nomor 6287­864­2­72394. Juga ancaman-anca­man lainnya seminggu ter­akhir ini. Mohon per­ha­tian,” ujar Nur­syahbani saat dihu­bu­ngi, Kamis , menirukan pesan yang disampaikannya ke Badrodin.

Kemudian, sekitar pukul 23.42 WIB Badrodin mem­balas pesan singkatnya dan menyatakan kesediaannya un­tuk segera menyelidiki kondisi rumahnya. Pada pukul 00.56 WIB, Kepala Operasi Polda Metro Jaya Kombes Pol Daniel Pasaribu menghubungi Nur­syahbani namun tidak sempat diangkat olehnya. Baru sekitar pukul 01.56, Daniel me­ngi­rimkan pesan singkat kepada Nursyahbani. “Selamat pagi, maaf ibu, saya Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Pol Daniel Pasaribu. Kami mendapat info bahwa ibu ada mendapat anca­man. Tolong dilidik dan laku­kan pengamanan,” Nur­syah­bani menirukan pesan sing­kat yang dikirimkan Daniel.

Sekitar pukul 2.03 WIB, Nursyahbani mengirim pesan singkat kepada Daniel untuk memberitahu bahwa sejumlah petugas keamanan dan tim buser telah datang untuk me­nyisir dugaan bom di rumah­nya. Namun, hasilnya nihil.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB

Bupati Agam Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:42 WIB
X