Batalkan Dana Rumah Aspirasi DPR

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:47 WIB

Pembatalan alokasi ang­garan rumah aspirasi Rp150 juta per tahun untuk anggota Dewan, menurut peneliti For­mappi, Lucius Karus, masih memungkinkan untuk dila­kukan. Ini karena tambahan anggaran Rp1,635 triliun bagi DPR yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 belum cair. DPR masih reses sampai kembali bersi­dang 23 Maret mendatang.

Pembatalan anggaran yang sudah ada alokasinya pernah dilakukan DPR dalam usulan pembangunan gedung baru pada 2011. Munculnya kon­troversi terhadap rencana ter­se­but membuat anggaran yang sudah ada akhirnya dikem­balikan ke kas negara.

“Maka, saat ini pun masih ada peluang bagi Menteri Ke­ua­ngan untuk mem­pertim­bangkan pembatalan dana rumah aspirasi,” kata Lucius.

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi berpendapat, dana rumah aspirasi perlu diba­talkan untuk penguatan kantor cabang partai politik di daerah.

“Anggota DPR adalah repre­sentasi partai. Maka, efisienkan saja jaringan partai yang ada di daerah untuk me­nyerap aspirasi,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

Manfaatkan gaji

Berdasarkan rincian dari Bagian Administrasi Keua­ngan Sekretariat Jenderal DP­R, setiap anggota DPR selama ini telah mendapat alokasi tunjangan yang berkaitan de­ngan proses penyerapan aspi­rasi di daerah. Tunjangan itu adalah tunjangan penyerapan aspirasi masyarakat sebesar Rp8,5 juta dan tunjangan ko­mu­nikasi intensif Rp14,1 juta setiap bulan.

Dengan demikian, total alokasi dana yang berhu­bungan dengan konstituen di daerah adalah Rp22,6 juta per bulan. Apabila ditambah dengan da­na rumah aspirasi yang diren­canakan sebesar Rp12,5 juta per bulan, seorang wakil rakyat mendapat Rp35,1 juta.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jangan Asal Nyapres, Wajib Patuhi Hal Ini

Sabtu, 25 September 2021 | 16:25 WIB

PDIP dan Nasdem Berbeda Sikap Terkait Wacana PPHN

Selasa, 14 September 2021 | 12:57 WIB

Perempuan Kurang Minat Terjun Dalam Politik, Salah Siapa?

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB
X