Abraham Samad Tersandung ‘Rumah Kaca’

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:53 WIB

Dengan apa yang menimpanya kali ini, Samad terpaksa harus berhadapan dengan dua kasus hukum sekaligus. Sebelumnya, Samad juga telah ditetapkan penyidik Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen kependudukan.

Perihal penetapan tersangka terhadap Samad itu, dibenarkan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. Dikatakan, status tersangka Samad telah ditetapkan sejak pekan lalu. “Sudah sejak minggu lalu kalau enggak salah. Ya, sudah tersangka,” ujar Badrodin di Mabes Polri, Jumat (27/2).

Saat ditanya kapan pemeriksaan terhadap Samad dilakukan, Badrodin mengaku tak mengetahuinya. Sebab hal itu merupakan kewenangan penyidik.

Sementara ketika ditanya kasus mana yang akan diprioritaskan pemeriksaannya, apakah terkait dugaan pemalsuan dokumen atau­kah kasus ‘rumah kaca’ yang baru ditetapkan, Badrodin mengatakan, pemeriksaan terhadap dua kasus itu bisa dilakukan secara bersama-sama.

“Semuanya bisa saja dilakukan bersama-sama, tapi mungkin semen­tara ini yang di Sulselbar dahulu,”  katanya.

Informasi di Bareskrim Polri, Samad dilaporkan Direktur Ekse­kutif KPK Watch M Yusuf Sahide ke Bareskrim Polri, pada 26 Januari lalu. Yang dilaporkan adalah soal per­temuan Abraham dengan Plt Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristi­yanto menjelang Pemilu Presi­den 2014 lalu. Menurutnya, perte­muan keduanya membahas kese­pakatan mengenai proses hukum yang men­jerat politisi PDI-P, Emir Moeis.

Samad dituduh menyalah­gu­nakan kewenangannya sebagai pim­pinan KPK untuk membarter kasus itu dengan keinginannya menjadi calon wakil presiden bagi Jokowi. Dalam sebuah jumpa pers, Hasto menyebutkan, Abraham mena­war­kan keringanan hukuman bagi Emir asalkan dipilih menjadi pen­damping Jokowi.

Penyidik Polri menilai, perte­muan Abraham dengan petinggi partai politik memenuhi unsur pidana, yakni Pasal 36 ayat (1) UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Pasal itu menyebutkan, “Pimpinan KPK dilarang, mengadakan hu­bungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang dita­ngani KPK dengan alasan apa pun”.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Prabowo Subianto Maju Lagi di Pilpres 2024

Minggu, 10 Oktober 2021 | 12:27 WIB
X