Abraham Samad Tersandung ‘Rumah Kaca’

Administrator
- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:53 WIB

Sementara banyak kalangan menilai, pertemuan Abraham de­ngan petinggi partai politik itu dini­lai tidak hanya pelanggaran etika.

Dalam kasus ini, ada sejumlah saksi yang dimintai keterangannya. Di antaranya Plt Sekjen PDI Hasto Kristiyanto dan Syamsir dari kala­ngan advokat. Dalam laporannya, Yusuf Sahide menyertakan alat bukti berupa satu bendel print dokumen dari website Kompasiana dengan judul ‘Rumah Kaca Abraham Sa­mad’ yang diunggah Tanggal 17 Januari 2015.

Jemput Paksa BW

Sementara itu, terhadap pim­pinan KPK nonaktif lainnya, Ba­m­bang Widjojanto, Wakapolri Bad­rodin Haiti mengisyaratkan akan menjemput paksa yang ber­sang­kutan. Langkah itu ditempuh setelah BW, demikian singkatan namanya, sudah dua kali mangkir dari pang­gilan penyidik Bareskrim Polri. Sebelumnya, BW suda dijadwalkan akan menjalani pemeriksaa pada Jumat kemarin.

Seperti diketahui, sebelumnya BW telah mengajukan surat protes kepada Wakapolri terkait peme­riksaan terhadap dirinya. Pasalnya, setiap kali diperiksa, pasal yang disangkakan kepadanya selalu beru­bah-ubah. Selain itu, ia juga tak pernah menerima haknya sebagai tersangka, karena belum pernah diberi salinan Berita Acara Pe­meriksaan (BAP) dari penyidik Bareskrim Polri.

Menurut Badrodin, jemput paksa akan dilakukan jika BW kembali mangkir pada panggilan ketiga.

“Kalau tidak datang, akan ada perintah bawa. Itu ketemu di mana saja, akan kita bawa,” ujarnya.

Saat ditanya apakah jemput paksa itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini, Badrodin tidak menja­wabnya. Badrodin juga mengatakan pihaknya akan membalas surat protes yang dilayangkan kubu Bam­bang kepa­danya soal proses penyi­dikan.

Setelah surat balasan dikirim, penyidik akan menjadwalkan ulang pemanggilan Bambang. “Setelah kita kasih penjelasan, kita kembali me­manggil (Bambang),” tambah­nya.

Isyarat penjemputan paksa ter­hadap BW, juga diungkapkan Ka­subdit VI Direksus Tipid Eksus Bareskrim, Kombes Daniel Bolly Tifaona. “Ya menurut undang-undang dijemput paksa. Itu yang akan kami lakukan. Soal waktunya, itu rahasia,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini Tokoh Wanita yang Layak Masuk Bursa Capres

Senin, 29 November 2021 | 17:55 WIB

5 Peran Penting Puan Maharani di Kancah Politik

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB

DPR Minta Dunia Jangan Lupakan Palestina

Senin, 29 November 2021 | 13:46 WIB
X