Jokowi Cuek, Rakyat Bergerak

- Minggu, 8 Maret 2015 | 20:03 WIB

Anggota tim sembilan Jim­ly Asshidiqie menambahkan, KPK kini tidak lagi menjadi momok bagi para koruptor. Bahkan, pihak-pihak yang me­nen­tang KPK satu persatu melawan balik. “Selama ini KPK sangat kuat sampai mena­kutkan di mana-mana. Setelah kasus BG, situasinya sekarang saatnya beramai-ramai mu­kulin KPK,” ujar Jimly.

Jimly mengatakan, banyak pihak yang memanfaatkan putusan tersebut untuk mela­wan balik KPK. Dengan demi­kian, posisi KPK semakin diperlemah dengan kri­mina­lisasi terhadap pimpinannya. “Orang-orang yang disakiti kemudian memanfaatkan si­tua­si. Momentum lemahnya KPK dimanfaatkan semua orang,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Tidak hanya itu, kini se­jum­lah aktivis pendukung KPK dan media yang mem­bela pemberantasan korupsi ikut dibidik Kepolisian. Misal­nya, media Tempo diper­karakan atas pemberitaannya terkait dugaan rekening gendut Budi Gunawan.  Selain itu, Komnas HAM pun ikut diso­masi penyidik Bareskrim ter­kait pengusutan pelanggaran HAM dalam penangkapan Wakil Ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto. “Semua media yang membela KPK bisa kena semua, termasuk lembaga negara. Komnas HAM, Ombdusman, bisa dila­porkan semua,” ujar dia.

Terima Mandat

Sebelumnya,  Tim 9 mendapat mandat dari ratusan organisasi atau koalisi untuk segera menyelesaikan kisruh KPK vs Polri. Setelah mem­bahas mandat ini, tim 9 akan me­neruskannya ke Presiden Joko Wi­dodo dengan agenda permintaan penghentian pelemahan terhadap pemberantasan korupsi.

Penyerahan mandat dilakukan di pelataran Gedung Mahkamah Kons­titusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu kemarin. Secara simbolis, Keputusan Rakyat (Kepra) Indonesia Nomor 1 tahun 2015 tentang pembentukan tim independen penghentian kri­mina­lisasi dan penghancuran KPK itu diserahkan.”Hari ini kami sebagai Tim 9 diberi mandat oleh tokoh mewakili kesadaran umum ma­syarakat Indonesia. Kami diberi tugas oleh Presiden sebagai tim yang tidak resmi, tim yang diberi nama Presiden Jokowi sebagai tim konsul­tasi in­dependen, meskipun pada akhirnya tidak dapat Keppres secara resmi,” ujar Wakil Ketua Tim 9 Jimly Asshiddiqie usai menerima mandat.

Jimly menyatakan tim 9 siap menjalankan tugas dengan segala keterbatasan yang ada. Nantinya mandat yang diberikan dari kurang lebih 370 organisasi/koalisi itu akan disampaikan ke Presiden Jokowi setelah melalui proses konsolidasi terlebih dahulu.

Meski begitu, masyarakat pun diminta untuk legowo jika tidak semua aspirasinya akan diterima oleh Presiden. Mandat tersebut juga akan dikomunikasikan kepada Wa­pres Jusuf Kalla dan pihak-pihak terkait.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Golkar Dukung Presiden Libatkan Ulama Perangi Pandemi

Selasa, 3 Agustus 2021 | 15:06 WIB
X