Warga Cilacap Siap Terima Ginjal Terpidana Raheem

- Selasa, 10 Maret 2015 | 19:32 WIB

Ia mengaku telah bertemu salah seorang anggota tim kuasa hukum terpidana mati Raheem, Ursa Supit, pada hari Senin (9/3) untuk me­nyam­paikan keinginan untuk men­dapatkan ginjal itu.

Menurut dia, ginjal ter­sebut akan diberikan kepada kakaknya, Murjilah (43), yang tinggal di Way Kanan, Ka­bupaten Kota Bumi, Lampung.

“Kakak saya terdeteksi menderita gagal ginjal sejak tiga-empat bulan lalu. Dia harus cuci darah dua kali dalam seminggu di Rumah Sakit Abdul Muluk, Lampung, yang berjarak sekitar 500 ki­lometer dari rumah ka­kak­nya,” kata pria yang akrab dipanggil Alan itu.

Kendati cuci darah itu gratis karena menggunakan layanan jaminan kesehatan masyarakat, dia mengatakan bahwa ka­kaknya terbebani oleh biaya perjalanan dari rumah ke rumah sakit karena harus menyewa mobil dengan harga Rp800 ribu hingga Rp1 juta sekali jalan. Padahal, kata dia, suami Mur­jilah, Tumijo (47), hanya seo­rang petani dengan peng­hasilan yang minim.

“Sebagian tanah dan harta bendanya telah dijual untuk kebutuhan Murjilah. Saat ini yang tersisa hanya satu petak tanah dan rumah yang mereka huni,” katanya.

Lebih lanjut, dia meng­harapkan ginjal yang akan didonorkan Raheem cocok dengan Murjilah.

Akan tetapi jika eksekusi terhadap Raheem tidak jadi dilaksanakan, dia meng­ha­rapkan pemerintah mem­be­rikan fasilitas cuci darah di rumah sakit terdekat agar Mur­jilah tidak perlu menjalani perawatan di Bandar Lampung.

Sementara itu, Ursa Supit mengaku telah mendengar cerita tentang Murjilah dari Alan. “Kami akan komuni­ka­sikan dulu dengan Raheem, dan koordinasikan dengan pihak terkait,” kata dia yang juga pegiat hak asasi manusia.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB

Bupati Agam Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:42 WIB
X