Wapres JK: Rekening Gendut di Polri Tidak Ada

- Selasa, 10 Maret 2015 | 19:33 WIB

Di samping itu, Kalla men­jelaskan kepada tim sembilan me­ngenai kasus rekening gen­dut di lingkungan Kepolisian. Menurut dia, Yunus Husein ketika masih menjadi Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Tran­saksi Keuangan me­nya­takan bahwa isu rekening gen­dut perwira Polri tidak benar.

“Yunus bersumpah itu tidak benar, ada rekening gendut zaman dia itu tidak benar, jadi isu itu tidak ada. Saya bilang ‘ralat dong’, ini untuk jelaskan apa yang jadi latar belakang semua soal itu tidak benar,” ucap Kalla.

Ia juga kembali menyam­paikan pandangannya me­ngenai pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Me­nurut Kalla, pelemahan KPK bukan hanya terjadi dari luar namun juga berasal dari inter­nal KPK.

“Kalau pimpinannya ber­buat tidak sesuai norma etika, lemah juga KPK,” sambung dia.

Saat ditanya apakah dalam pembicaraan dengan tim sem­bilan turut dibahas kasus yang men­jerat Ketua KPK Abra­ham Samad, Kalla me­ngatakan bahwa pihaknya tidak mem­bahas kasus orang per orang. Ia menegaskan bahwa siapa pun, atau lembaga negara mana pun tidak boleh dikri­mi­na­lisasi.

Wakil Ketua Tim In­de­penden Jimly Asshiddiqie menyampaikan bahwa tim dan Wapres mempunyai persepsi yang sama mengenai krimi­nalisasi. Ia pun menegaskan tidak ada perbedaan sikap antara Wapres dengan Presi­den Joko Widodo terkait hal ini. Presiden sebelumnya telah meminta agar kriminalisasi terhadap lembaga penegak hukum dihentikan.

“Pidato Presiden berulang-ulang menginginkan jangan ada kriminalisasi seolah-olah ada perbedaan dengan wapres. Dari pertemuan ini kami sim­pulkan tidak ada perbedaan, cuma bagaimana persepsi kriminalisasi itu,” kata Jimly. (h/kcm)

Editor: Administrator

Terkini

Ini Nama Capres dari PDIP, Puan Dapat Kans Besar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:30 WIB
X