KMP Dukung Hak Angket kepada Kemenkumham

- Jumat, 13 Maret 2015 | 19:35 WIB

“Tapi kami masih beri waktu, begitu 23 (Maret) gak ada perkembangan atau bahkan tindakan begal menjadi-jadi, maka tidak ada pilihan hak angket yang sudah tinggal tanda tangan saja,” kata Bambang dalam pernyataan sikap KMP di Gedung DPR, Jumat (13/3).

Di samping itu, lanjut Sekretaris Fraksi Golkar ini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah dokumen untuk hak angket Menkumham, menjelang 23 Maret mendatang.

“Golkar ingin Laoly ke jalan yang benar, jangan anggap masyarakat Indonesia bodoh. Kami minta menteri anulir surat penjelasan dan tunggu putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat,” ujarnya.

Di lain sisi, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Surabaya, Romahurmuziy (Romi), sudah menginstruksikan agar seluruh anggotanya tidak mendukung hak angket pada Menteri Hukum dan HAM.

Menurutnya, Menkumham Yasonna Laoly sudah menjalankan perintah Undang-Undang dengan mengesahkan kepengurusan Golkar kubu Ancol dan PPP hasil muktamar Surabaya.

Romi bahkan mengancam akan menindak tegas anggotanya yang masih mendukung bergulirnya hak angket untuk menteri dari Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) ini. Padahal Sekretaris Jenderal PPP hasil muktamar Jakarta, Ahmad Dimyati Natakusumah, sudah mendeklarasikan PPP kubu Djan Faridz ini mendukung pengajuan hak angket.

Atas tindakan Dimyati ini, Romi mengingatkan agar Dimyati tetap berada dalam garis komando. Romi juga akan menggunakan cara persuasif untuk menghentikan Dimyati mengajukan hak angket.

“Dimyati kita ingatkan untuk berhenti langkah-langkahnya mengajukan hak angket ini,” kata Romi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB

Bupati Agam Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:42 WIB
X