Sri Tak Kunjung Terima Ganti Rugi

Administrator
- Minggu, 29 Maret 2015 | 19:23 WIB

Akhirnya Sri dibebaskan Mahkamah Agung (MA) pada 24 Juli 2012. Setelah itu, Sri didampingi LBH Mawar Saron meminta ganti rugi tapi hanya dipenuhi Rp5 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Ming­gu (29/3), eksekusi uang ganti rugi Rp5 juta itu ternyata cukup rumit. Ganti rugi itu ditanggung renteng oleh pihak kepolisian dan kejaksaan atau masing-masing Rp2,5 juta. Anggaran itu juga tidak bisa langsung cair tetapi dima­sukkan dalam pos permoho­nan anggaran APBN tahun selanjutnya atau APBN 2015 nanti.

Nah, nanti setelah APBN 2015 cair, baru disalurkan ke kepolisian dan kejaksaan untuk selanjutnya uang Rp5 juta itu diserahkan ke Sri. Proses ganti rugi yang sangat panjang, mele­lahkan dan tidak sebanding dengan proses penahanan yang berjalan secepat kilat.

Hukuman ganti rugi ini sedikit lebih banyak dibanding apa yang diperintahkan sesuai pasal 9 ayat 1, PP Nomor 27 tahun 1983. Dalam PP ini, negara hanya memberikan ganti rugi maksimal Rp 1 juta. Pasal itu berbunyi.

Ganti kerugian berdasar­kan alasan sebagaimana di­mak­sud dalam Pasal 77 huruf b dan Pasal 95 KUHAP adalah berupa imbalan serendah-rendahnya berjumlah Rp5.000 dan setinggi-tingginya Rp1.000.000.

Alih-alih merevisi PP pe­ning­galan Soeharto itu, ter­nyata Menkum HAM Yasonna Laoly malah lebih respek untuk merevisi PP pengetatan remisi koruptor, meski ditentang banyak pihak. (h/dtc)

Editor: Administrator

Terkini

Deretan Perempuan Hebat dalam Keluarga Puan Maharani

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:30 WIB

Ini Tokoh Wanita yang Layak Masuk Bursa Capres

Senin, 29 November 2021 | 17:55 WIB

5 Peran Penting Puan Maharani di Kancah Politik

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB

DPR Minta Dunia Jangan Lupakan Palestina

Senin, 29 November 2021 | 13:46 WIB
X