Dituntut 6 Tahun Penjara, Annas Maamun Keberatan

Administrator
- Senin, 25 Mei 2015 | 19:18 WIB

Tuntutan terhadap Annas Ma­amun dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (25/5).

Berbeda dengan sidang sebe­lumnya, sidang kemarin hanya digelar selama 10 menit. JPU hanya membacakan tiga halaman diktum. Sedangkan kondisi kese­hatan Annas Maamun, juga tampak lebih bugar dibanding sidang sebe­lumnya. Annas yang mengenakan kemeja batik merah lengan pan­jang, berjalan masuk dan keluar sidang tanpa bantuan. Raut wajah dan kondisi badannya pun lebih segar diban­dingkan saat sidang sebelumnya.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai  Barita Lumban Gaol, JPU dari KPK yang diwakili Irena Putri, Ariawan, Taufik dan Wawan, menga­takan bahwa Annas Maamun dinilai terbukti bersalah karena menerima suap dan janji yang berhubungan dengan jabatannya.

Dalam hal ini, Gubri nonaktif itu dituntut dengan Pasal 11 dan 12 hurup a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seba­gai­mana diubah dengan Undang-Un­dang Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Annas dituntut dengan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp250 juta subsider 5 bulan penjara.

Menurut JPU Irene, Annas Ma­amun terbukti menerima uang dari Gulat Manurung sebagai imbalan karena telah memasukkan kebun sawit milik Gulat Manurung dalam surat usulan revisi SK 673 Tahun 2014 tentang perubahan kawasan hutan di Riau. Kebun milik Gulat yang juga telah divonis bersalah masing-masing seluas 1.000 hektare di Kabupaten Kuantan Singingi,  1.214 hektare di Bagan Sinembah, Rokan Hilir. Begitu juga kebun milik Edison Marudut Marsadauli Siahaan seluas 120 hektare di Duri, Kabupaten Bengkalis.

“Edison memberikan uang terse­but kepada Annas Maamun, supaya perusahaannya memenangkan bebe­ra­pa proyek di Dinas Pekerjaan Umum Riau, seperti peningkatan jalan Taluk Kuantan-Cerenti dengan nilai kontrak Rp18,5 miliar, pening­katan jalan Simpang Lago-Simpang Buatan dengan nilai kontrak Rp2,7 miliar, serta peningkatan jalan Lubuk Jambi-Simpang Ibul-Sim­pang Ifa dengan nilai kontrak Rp4,9 miliar,” paparnya.

Dalam perkara suap alih fungsi kawasan hutan Riau, tambah JPU Wawan, Edison Marudut Marsa­dauli Siahaan melalui perusa­haan­nya, orang yang memberikan uang kepada Gulat Manurung sebesar Rp 1,5 Miliar. “Uang itu dipakai Gulat untuk menyuap Annas Maamun hingga tertangkap tangan oleh KPK di Perumahan Citra Grand Cibu­bur,” sebut Jaksa Wawan.

Jaksa juga menyebutkan, Annas Maamun menerima uang dari Bos PT Duta Palma Group, Surya Dar­madi melalui Suheri Terta, sebesar Rp3 miliar dari yang sudah dijan­jikan sebesar Rp8 miliar.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini Tokoh Wanita yang Layak Masuk Bursa Capres

Senin, 29 November 2021 | 17:55 WIB

5 Peran Penting Puan Maharani di Kancah Politik

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB

DPR Minta Dunia Jangan Lupakan Palestina

Senin, 29 November 2021 | 13:46 WIB
X