Jokowi Ancam Copot Menteri

- Rabu, 17 Juni 2015 | 18:35 WIB

Jokowi menginginkan pelabuhan lebih cepat, lebih efisien dalam memberikan pelayanan, baik terhadap para importir maupun eksportir. Presiden kecewa mendengar jawaban saat kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok bahwa dwelling time masih ada yang tiga hari, 20 hari bahkan sampai 25 hari.

“Kita sebagai institusi pemerintah, baik kemen­terian maupun lembaga, saya hanya ingin kita bisa mendekatinya, tidak usah menyamai ‘dwelling time’ negara-negara tetangga,” harapnya. Jokowi menegaskan bahwa kondisi seperti ini sudah lama terjadi dan ketidakefesienan tersebut membuat kerugian mendekati Rp 780 triliun.

“Jadi jangan diceritain hal-hal yang baik saja. Siapa yang paling lambat dan mana yang paling baik. Kita harus perbaiki, kita harus terbuka. Bertanya tidak ada jawabannya dan akan saya cari sendiri jawabannya, dengan cara saya sendiri,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya memiliki penga­laman 28 tahun menghadapi pelayanan bongkar muat di pelabuhan terkait impor dan ekspor. “Fakta-fakta itu sudah jadi makanan keseharian saya. Saya minta kementerian lembaga perbaiki semuanya. Nanti akan saya cek, di lapangan, dengan cara saya sendiri,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Menteri Koor­dinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Dirjen Perhubungan Laut Bobby Mamahit, Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino dan beberapa pejabat terkait lainnya. (h/mdk)

Editor: Administrator

Terkini

Jangan Asal Nyapres, Wajib Patuhi Hal Ini

Sabtu, 25 September 2021 | 16:25 WIB

PDIP dan Nasdem Berbeda Sikap Terkait Wacana PPHN

Selasa, 14 September 2021 | 12:57 WIB

Perempuan Kurang Minat Terjun Dalam Politik, Salah Siapa?

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB
X