Pemeras Anggota DPR Dibekuk Polisi

- Rabu, 17 Juni 2015 | 18:37 WIB

Lucky mengakui kedua­nya merupakan teman la­ma­nya yang sering mem­bantunya saat mencalokan diri sebagai Wakil Walikota Bekasi pada tahun 2012 silam. Selama itu, menurut Lucky, keduanya sering meminta uang terhadapnya.

“Sering minta uang, dari yang mulai kecil-kecil. Ke­bai­kan saya disalah artikan oleh mereka. Ini bertahun-tahun terjadi pemerasan terhadap saya,” ucapnya.

Karena sering meminta uang, Lucky pun akhirnya gerah. Terlebih, uang yang diminta keduanya tidak lagi dalam jumlah yang se­di­kit. ”Lama-lama mintanya semakin banyak, sampai ancam-ancam saya ‘saya bongkar ke media kalau tidak kasih uang’. Bicara saya penggelapan pajak apa­lah dan minta duit lebih konkrit,” bebernya.

Tidak hanya itu, kata dia, semenjak dirinya ter­pilih sebagai anggota DPR, keduanya bahkan meminta posisi sebagai stafnya. ”Dan ini sudah mulai meng­gang­gu saya,” ujarnya.

Lucky pun akhirnya meng­­­konsultasikan hal ini kepada pengacaranya, Yules Kelo. Merasa tidak seperti yang dituduhkan oleh ke­duanya, akhirnya ia pun mem­beranikan diri mela­porkan keduanya ke aparat polisi.

”Saya rasa kader seperti inilah yang mau merusak partai. Kenapa saya lapor­kan karena saya merasa tidak ada yang perlu saya tutupi. Silakan mereka kata­kan semuanya di hadapan penyidik,” tutupnya.

Soal Ijazah Palsu

Dari keterangan pelaku di hadapan petugas pe­nyidik, mereka mengaku melakukan pemerasan ter­hadap Lucky dengan anca­man akan mem­bongkar ra­ha­sia korban, di antaranya ijazah palsu.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jangan Asal Nyapres, Wajib Patuhi Hal Ini

Sabtu, 25 September 2021 | 16:25 WIB

PDIP dan Nasdem Berbeda Sikap Terkait Wacana PPHN

Selasa, 14 September 2021 | 12:57 WIB

Perempuan Kurang Minat Terjun Dalam Politik, Salah Siapa?

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB
X