Jokowi Tolak Resmikan 7 Proyek DPR

- Jumat, 14 Agustus 2015 | 19:24 WIB

Dari jadwal acara yang disebarkan pihak Kesek­jenan, Jokowi semula di­jadwalkan menandatangani prasasti pencanangan tujuh proyek di DPR pada Jumat sore ini.

Ketua DPR Setya No­vanto saat berpidato dalam pembukaan masa sidang I tahun sidang 2015-2016 siang tadi juga sudah me­nyampaikan langsung kepa­da Jokowi terkait penan­datanganan prasasti itu.

Sejak Kamis kemarin, prasasti yang bertuliskan nama Joko Widodo itu juga sudah disiapkan di Museum DPR RI, yang merupakan salah satu lokasi pem­ba­ngunan proyek.

Pantauan Kompas.com, seusai sidang sore ini, Joko­wi bersama Wakil Presi­den Jusuf Kalla dan pim­pinan DPR langsung me­nuju museum.

Wartawan tidak dibo­leh­kan ikut memasuki mu­seum yang dijaga ketat Pasu­kan Pengamanan Presiden. Se­te­lah sekitar 10 menit, Jokowi, JK dan pimpinan DPR keluar dari museum. Na­mun, Pra­sasti itu rupanya be­lum ditan­datangani oleh Jo­kowi.

Meski proyek ditolak, Fahri mengaku tidak kecewa dengan sikap Jokowi.

“Tidak (kecewa), biasa­lah itu. Beliau komentarnya bagus. Memang kita harus punya kompleks parlemen yang modern,” ucap Wakil Ketua DPR ini.

Selain museum dan per­pustakaan, proyek lain yang direncanakan akan dibangun oleh DPR adalah alun-alun demokrasi, jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR,­ visi­tor center, pem­bangunan ruang pusat kajian legislasi, pem­ba­ngu­nan ruang anggota dan te­naga ahli, serta inte­grasi ka­­wa­san tempat tinggal dan tem­­pat kerja anggota DPR. (h/kcm)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB
X