Kejagung Dalami Kasus Airin

- Minggu, 6 September 2015 | 19:35 WIB

“Ya kita setidak-tidak­nya melihat apakah betul fakta itu terungkap di per­sidangan atau tidak,” kata­nya kepada INILAHCOM, Minggu (6/9/2015).

Dia menegaskan akan langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti pe­ngungkapan penerimaan uang puluhan juta rupiah yang diterima Walikota Ta­ngerang Selatan Airin Rach­mi Diany beserta jajarannya.

“Kita minta nanti lapo­ran hasil persidangan ke jaksa penuntut umum, kita kan belum terima,” jelasnya.

Disinggung apakah Ke­jak­saan Agung akan mem­buka penyelidikan baru ter­kait dugaan korupsi THR ini, Turin menegaskan akan melihat fakta terlebih dahulu.

“Ini kan baru omongan begitu saja, harus minimal kita lihat nanti faktanya keterkaitannya, kita lihat faktanya,” tandasnya.

Diketahui, Walikota Ta­ngerang Selatan Airin Rach­mi Diany disebut ikut m­e­ne­rima uang dari Dinas Kesehatan Tangeran Selatan senilai Rp50 juta. Tak hanya itu, Wakil Wali Kota Tengsel Be­nya­min Davnie disebut juga men­dapat Rp30 juta, Sekda Du­dung Erawan Direja Rp20 Juta, dan Ketua DPRD Tang­sel Bambang P Rachma­di mendapat Rp20 juta.

Dari keterangan Dadang para pimpinan Tangsel ter­sebut juga menerima sejum­lah uang dari SKPD lainnya, jadi tidak hanya menerima dari Dinas Kese­hatan saja. Airin Rachmi Diany yang kembali maju menjadi calon Walikota Tang­sel terus berha­dapan de­ngan aparat penegak hukum.

Airin juga pernah di­periksa dua kali oleh Ke­jagung terkait kasus korupsi pembangunan Puskesmas Tangsel, namun Airin masih berstatus saksi. Penyidik tengah menunggu fakta persidangan untuk dapat mencari dugaan keterlibatan orang nomor satu di Tangsel tersebut. (h/inl)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB

Bupati Agam Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:42 WIB
X