Presiden Jokowi Minta Usut Kebakaran Hutan, Sengaja atau Tidak

- Minggu, 6 September 2015 | 19:35 WIB

Teten menyebut, Jokowi telah meminta aparat terkait untuk terus mencari apa penyebab terjadinya keba­ka­ran. Jika ada oknum yang mela­kukannya dengan se­ngaja, maka pelakunya akan dibawa ke ranah pidana.

“Beliau pasti akan min­ta agar aparat menelusuri apa­kah, kebakaran ini tidak di­sengaja, atau ada kese­ngajaan, dan bukan tidak mung­kin beliau akan pe­rin­tahkan penegakan hu­kum terhadap pelaku kebakaran hutan,” jelas Teten.

Tujuan Ampera me­min­ta bantuan Malaysia dise­but-sebut karena peme­rintah dianggap tidak mampu me­ngatasi masalah asap. Ter­kait kerjasama dengan Ma­laysia, menurut Teten, pe­merintah telah ber­koor­dinasi melalu Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi.

“Itu (koordinasi) sudah dilakukan oleh Menlu, saya kira mereka punya hu­bu­ngan-hubungan di­plomatik untuk koordinasi dengan masalah-masalah yang ber­singgungan dengan masalah kita,” tutur Teten.

Tinjau Hutan Terbakar

Sementara itu Minggu (6/9), Presiden Joko Wi­dodo meninjau langsung penanganan kebakaran hu­tan di Dusun Garonggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jo­kowi bahkan masuk sampai tengah hutan yang sudah hangus.

Jokowi bersama rom­bongan yang terdiri dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jen­deral Gatot Nurmantyo, Kepala KSP Teten Masduki, Menteri PUPR Basuki Ha­dimulyono, Gubernur Sum­sel Alex Noerdin dan Bupati Ogan Komering Ilir Is­kan­dar menempuh jalur darat dari Kota Palembang. Per­jalanan memakan waktu se­kitar 2 jam dan tak ada sinyal seluler.

Kondisi tekstur jalan pun bergelombang sehingga sese­kali iring-iringan mobil harus berjalan amat per­lahan. Jalan yang belum diaspal atau pun dilapisi beton membuat pasir-pasir berterbangan. Jokowi dan jajarannya menuju tengah hutan. Mereka melihat-lihat dampak kebakaran sambil berkoordinasi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X