SBY: 70 Persen Karhutla Akibat Dibakar

- Selasa, 8 September 2015 | 19:04 WIB

SBY mengatakan rakyat ba­nyak yang mengeluh akibat asap tersebut, sehingga tidak bisa bernapas dengan baik, tidak bisa bersekolah, dan melakukan sega­la macam aktivitas.  “Ibu Ani punya instragram. Saya punya sosial media sekarang dibe­ron­dong bertanyaan apa tanggung jawab negara, apa tanggung jawab pemerintah, segala macam. Tentu harus saya emong ini rakyat kita,” ujarnya.

Menurutnya, perlu ada upaya untuk mengubah budaya untuk membakar seenaknya. Oleh ka­rena itu peran kepala desa, ba­binsa, dan babinkamtibmas sa­ngat penting. “Jangan dibiarkan, cepat tegur, tangkap. Dulu banyak yang  ditangkap Kepolisian, ba­gus, lawan. Provokator  tangkap, penyandang dana tangkap, pe­negakan  hukum harus jelas. Jangan menyalahkan yang lain-lain, padahal mereka yang mudah membakar dibiarkan,”  katanya.

SBY lalu menceritakan pe­ngalamannya saat mengatasi keba­karan hutan pada 2007.  “Saya apelkan di Palembang. Gubernur semua segala macam. 2008, 2009, 2010 asap menurun,” ujar SBY.

Kemudian mulai muncul lagi pada 2012 dan 2013. “Tahun 2013 itulah di Halim saya apelkan 2.500 TNI/Polri waktu itu dengan BNPB dan dengan  sukarelawan, satu dua minggu kemudian seattle lagi,” katanya.

Namun, lanjut SBY,  kemu­dian kumat lagi tahun lalu, hanya di Riau. Waktu itu, SBY hendak berkampanye di Magelang, tapi harus ditinggalkan untuk ke Riau selama 3 hari 3 malam. “Kita lakukan segala sesuatu yang bisa kita lakukan. Tuhan Maha Besar, mungkin Tuhan membaca ke­inginan kita. Saya di sana 2 hari di kasih hujan ditambah aksi dari TN/Porli, BNPB, dan se­muanya,” ujarnya.

SBY menegaskan, kebakaran hutan tidak bisa dibiarkan terus-menerus seperti ini, seperti men­jadi pemadam kebakaran. SBY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya hidup, cara-cara bercocok tanam, dan aturan yang jelas. “Kepedulian dari pejabat negara, dan penegakan hukum. Totalitas, klo ini kita lakukan terus-mene­rus, Insya Allah akan bagus,” katanya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pihak yang menjadi penyebab kebakaran itu meru­pakan ‘kombinasi’.

“Kombinasilah. Kombinasi menurut aku. Harus dilihat kasus­nya. Sebab rata-rata kan sama-sama oportunis baik perusahaan maupun rakyatnya,” kata Siti di kantornya, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jangan Asal Nyapres, Wajib Patuhi Hal Ini

Sabtu, 25 September 2021 | 16:25 WIB

PDIP dan Nasdem Berbeda Sikap Terkait Wacana PPHN

Selasa, 14 September 2021 | 12:57 WIB

Perempuan Kurang Minat Terjun Dalam Politik, Salah Siapa?

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB
X