Nasdem Perintahkan Kadernya Kembalikan Tunjangan DPR

- Kamis, 24 September 2015 | 20:10 WIB

“Memang saat ini situasinya kondisi negara dalam kesulitan,” ujarnya.

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR dari F-Nasdem, Irma Suryani mengatakan fraksinya konkret melakukan penolakan dan juga mengembalikan tunjangan tersebut apabila cair bulan depan.

Dia mengatakan, fraksinya sudah mengirim surat kepada Kesekjenan DPR agar tidak dimasukkan dana itu dalam gaji anggota. “Kami minta ini dihentikan, dan kesekjenan DPR tidak menambahkannya,” ujarnya.

Irma mengatakan langkah itu akan ditindaklanjuti setelah Partai Nasdem melaksanakan Rapat Kerja Nasional. Menurut dia, situasi saat ini tidak me­mungkinkan sehingga membuat ekonomi Indonesia menurun. Sebelumnya, DPR meminta kenaikan tunjangan kepada pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.

Tunjangan yang diusulkan naik mulai dari tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran, hingga bantuan langganan listrik dan telepon. Sementara itu, Kementerian Keuangan melalui surat No. S-520/MK.02/2015 telah menyetujui kenaikan anggaran tersebut, meski pun angkanya dibawah usulan DPR. Seperti usulan tunjangan ketua DPR Rp 11,1 juta, disetujui Rp6,6 juta, usulan tunjangan komunikasi intensif ketua DPR Rp18,7 juta menjadi Rp16,4 juta, usulan bantuan langganan listrik dan telepon Rp11 juta menjadi Rp7,7 juta dan lainnya. (h/ans)

Editor: Administrator

Terkini

Golkar Dukung Presiden Libatkan Ulama Perangi Pandemi

Selasa, 3 Agustus 2021 | 15:06 WIB
X