Pansus Pelindo Tunggu Pimpinan DPR

- Minggu, 27 September 2015 | 19:02 WIB

Masinton menyebut Pansus Pelindo dibentuk untuk mengungkap praktek mafia di Pelindo. Kemudian penyelidikan perpanjangan kontrak anak perusahaan Pelindo yakni JICT dengan perusahaan Hongkong. Selain itu, Masinton juga menyebutkan adanya dugaan gratifikasi yang diduga diberikan Direktur Utama PT Pelindo II R.J Lino ke Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menurut Masinton, dokumen yang dia terima dari masyarakat, RJ Lino memberikan gratifikasi dalam bentuk barang yakni perabotan rumah senilai Rp 200 juta. “Rp200juta mungkin murah bagi pejabat tetapi besar bagi rakyat,” katanya. Kata Masinton, barang tersebut diserahkan RJ Lino kepada Rini pada Maret 2015. Untuk itu, Masinton pun mengatakan kehadirannya ke KPK untuk mengklarifikasi apakah pemberian tersebut masuk dalam kategori gratifikasi.

“Ini pemberinya jelas Dirut Pelindo, yang menerima jelas diberikan ke menteri BUMN, sesuai dengan di dokumen ini. Kita lapor dulu,” tukas Masintoný Sedangkan, Kementerian BUMN membantah tuduhan adanya gra­tifikasi kepada Menteri BUMN Rini Soemarno oleh Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino yang dilontarkan oleh Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. (h/trn)

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB

Bupati Agam Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:42 WIB
X