PBNU: Produsen Sandal Harus Ditindak Tegas

- Rabu, 14 Oktober 2015 | 19:45 WIB

Meski begitu, ma­sya­rakat Muslim di Gresik, Jawa Ti­mur, diminta tidak terpancing dan melakukan hal-hal anar­kis menyikapi kejadian me­ngecewakan ini. “Serahkan saja ke penegak hukum, jangan ter­pancing supaya tidak me­lebar,” ucap Said.

Said meminta seluruh umat Muslim tidak me­ngenakan sandal tersebut.

“Ketika mengetahui ada sandal berlafadz Allah, se­geralah lepas dan jangan dipakai,” ucapnya.

Lafaz Allah, kata dia, adalah nama yang paling sakral. Siapapun tidak bo­leh menggunakannya. Ka­laupun ada yang ingin meng­gunakan, harus disertai na­ma lain seperti Saifullah atau Abdullah. Bahkan da­lam Alquran Surat Thaha ayat 14 yang artinya, Allah sendiri berfirman bahwa na­maNya adalah Allah, bukan sekadar Tuhan. Simbol itu tidak boleh sembarangan.

Beberapa waktu lalu, masyarakat dikagetkan de­ngan peredaran sandal ber­lafaz Allah. Awalnya, sandal bermerek Glacio tipe G-2079 itu beredar dari hasil jepretan salah satu pengguna media sosial. Saat ini, la­poran tersebut sudah di­tin­dak­lan­juti oleh Polda Jawa Timur. Produsen sandal pun telah meminta maaf dan berjanji menghentikan produksi serta menarik produk tersebut dari peredaran.

Desain dari China

Anak pemilik pe­rusa­haan PT Pradipta Perkasa Makmur (PPM), Lim Long Hwa, tidak mengetahui dan tidak ada unsur kesengajaan dari pihaknya terkait sandal yang terdapat lafaz Allah.

Dirinya mengatakan bah­wa sandal yang sudah di­produksi selama setahun ter­sebut, mesin cetak san­dalnya diimpor dari negeri China.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Golkar Dukung Presiden Libatkan Ulama Perangi Pandemi

Selasa, 3 Agustus 2021 | 15:06 WIB
X