Akan Dilaporkan Ormas Imbas Bersihkan Pasar ke MKD, Dedi Mulyadi: Kehormatan DPR Apa yang Saya Ciderai?

- Minggu, 28 November 2021 | 10:30 WIB
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi.
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi.

PURWAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mempersilakan siapapun untuk melaporkan dirinya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI atas kegiatan membersihkan lingkungan Pasar Rebo Purwakarta.
 
Seperti diketahui organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Komunitas Madani Purwakarta (KMP) akan melaporkan Kang Dedi Mulyadi ke MKD terkait aksi bersih-bersih lingkungan sejumlah pasar di Purwakarta. Dedi dianggap overlapping kewenangan.
 
 
Senada dengan KMP, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Purwakarta juga akan melaporkan Dedi ke MKD. HMI Purwakarta saat ini sudah berkoordinasi dengan HMI Pusat untuk membuat laporan ke MKD.
 
Kang Dedi menilai publik saat ini sangat berharap setiap orang untuk berperan praktis tidak hanya teoritis. Contohnya jika melihat sampah segera bereskan bukan sekadar berbicara atau kritik di media sosial.
 
 
"Sikap-sikap spontanitas itu menjadi dambaan publik, dan publik itu tidak peduli siapa yang melaksanakan yang penting dia bisa menikmati produk dan kinerja negara," ucap Kang Dedi.
 
Ia pun menyadari selalu ada pro dan kontra di setiap perjalanan. "Kalau yang pro memberikan dukungan, yang kontra melakukan penentangan. Saya kan terbiasa dari dulu dengan yang kontra. Saya dari dulu membuka ruang bagi mereka yang memberikan kritik. Tetapi saya akan terus bekerja memberikan pelayanan sesuai kemampuan saya," ucapnya.
 
Menurut Dedi apa yang dilakukannya dalam membersihkan lingkungan pasar adalah kegiatan spontanitas sebagai warga untuk membantu aparat dan pedagang. 
 
Di daerah lain, kata Dedi, penataan pasar kerap diwarnai dengan pengambilan barang dagangan oleh Satpol PP. Untuk menghindari hal itu ia hadir untuk mencari solusi agar pasar tertata bersih dan pedagang bisa tetap mencari untung.
 
"Nah saya yang biasa bersama masyarakat mencari solusi seperti meminta pedagang pindah ke dalam pasar dan selama penataan satu bulan pedagang tidak dagang dulu dan dikasih uang pengganti. Saya ini sebenarnya berdiri di dua sisi. Satu sisi saya mewakili masyarakat yang ingin lingkungan pasar tertib, saya juga mewakili pedagang yang tidak boleh dirugikan," ujarnya.
 
Terkait kewenangan membersihkan lingkungan pasar yang selama ini dipersoalkan, Dedi menjelaskan bahwa Komisi IV DPR RI dipimpin olehnya juga mengurusi soal sampah di bawah mitra kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 
Sampah yang telah dikumpulkan dari pasar diangkut ke tempat daur ulang. Tempat daur ulang tersebut merupakan aspirasi DPR RI.
 
"Akhirnya kan sekarang berjalan, sampah diangkut, didaur ulang jadi produk magot dan nantinya menjadi bio energi. Jadi apa yang dilakukan memberikan kontribusi," beber Kang Dedi.
 
Sementara soal tuduhan overlapping yang menjadi bahan laporan ke MKD, Dedi memastikan tidak ada kaitannya. Justru sebagai warga ia memberikan suporting lebih kepada para penyapu dan pengangkut sampah dalam membantu membereskan pasar.
 
"Kalau saya ambil honor tukang sapu itu bisa dikatakan overlapping. Kalau ini kan justru saya memberikan kontribusi dan suporting kepada penyapu dan pengangkut sampah," ucapnya.
 
Meski demikian ia mempersilakan siapapun untuk melaporkan dirinya ke MKD.
 
"Itu hak setiap orang melaporkan saya. Tinggal persoalannya adalah ketika saya dilaporkan ke MKD, kehormatan apa dari DPR yang saya cederai? Apa bukan malah sebaliknya citra DPR RI jadi baik? Yang dilaporkan ke MKD itu anggota DPR yang tidak pernah masuk, tidak pernah melakukan aspirasi masyarakat, yang tidak pernah membela rakyat, itu yang harus dilaporkan," ujarnya.
 
"Tapi ya silakan aja kalau mau dilaporkan, mangga wae. Yang penting mau saya dilaporkan, mau saya disanjung, saya akan terus bersih-bersih di mana pun. Jadi di Jakarta (DPR) saya tetap bekerja, di sini (daerah) saya tetap bermasyarakat," pungkas Kang Dedi. (*)

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X