Legislator: Kemen PUPR Sigap Kosongkan Bendungan di Indonesia, Upaya Antisipasi La Nina

- Selasa, 30 November 2021 | 13:14 WIB
Ilustrasi La Nina. Dampak La Lina memunculkan adanya angin kencang dan hujan deras. (IST via SuaraJogja.id)
Ilustrasi La Nina. Dampak La Lina memunculkan adanya angin kencang dan hujan deras. (IST via SuaraJogja.id)

HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat mengapresiasi kesigapan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam mengantisipasi dampak La Nina. Diantaranya, dengan upaya pengosongan seluruh bendungan di Indonesia yang merupakan instruksi langsung dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Menurut saya, sudah sangat tepat apa yang telah Instruksikan oleh Menteri PUPR yakni mengosongkan seluruh bendungan di Indonesia. Hal ini merupakan upaya antisipatif yang akan meminimalisir dampak La Nina. Standar operasional prosedur siaga bencana,“ ujar Toriq dalam rilis yang diterima Parlementaria, Selasa (30/11/2021).

Toriq mengungkapkan, pengosongan bendungan adalah pengeringan flood storage di 241 bendungan di Indonesia. Supaya, saat hujan dengan intensitas besar dapat tertampung dan mengendalikan banjir. Totalnya, mencapai 4,7 miliar meter kubik dari kapasitas air yang dikeluarkan dari bendungan untuk menghadapi La Nina.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI tersebut kembali mengingatkan, sebelumnya prediksi dini La Nina sudah disampaikan BMKG sejak pertengahan Oktober lalu. Saat itu, penyimpangan pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasific ekuator telah melewati ambang batas kejadian La Nina dan terus meningkat.

“BMKG menyebutkan akan terjadi fenomena La Nina dengan skala lemah hingga moderat, yang akan berlangsung hingga Februari 2022. Berdasarkan skala yang sama di tahun lalu, BMKG menyebut fenomena ini akan membuat curah hujan naik 20 sampai 70 persen,” papar Toriq.

Selain itu, legislator daerah pemilihan Jawa Barat XI in juga mendesak Kementerian PUPR melakukan inspeksi atas tanggul-tanggul tanah yang ada. Hal ini, tandas Toriq, untuk mendeteksi adanya tanggul yang retak dan tipis supaya segera diberikan penguatan atau perbaikan.

“Upaya pengecekan tanggul-tanggul tanah oleh jajaran Kementerian PUPR juga harus dilakukan. PUPR wajib segera memperbaikinya bila ditemukan kerusakan. Sekaligus, harus dipastikan tanggul-tanggul tersebut kuat menahan debit air yang meningkat saat hujan lebat,” pungkas Toriq. (*)

Editor: Jefli Bridge

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X