Wow, Andre Rosiade Tawarkan Commuter Line untuk Padang

- Senin, 21 Agustus 2017 | 11:17 WIB

PADANG, HALUAN -- Bakal calon wali Kota Padang Andre Rosiade menyebutkan, persoalan lalu lintas di Kota Padang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) semua pihak. Pokok persoalan utamanya, menurut Andre adalah, tidak adanya terminal, baik untuk angkutan kota (angkot) apalagi untuk angkutan kota dalam dan luar provinsi AKDP/AKAP di ibu kota provinsi ini.

“Membangun terminal harus disegerakan. Caranya, wali kota harus mencari lokasi yang tepat, dan membebaskan lahan dengan segera. Bangun beberapa terminal angkot di pusat kota, dan bangun sebuah terminal Type A atau untuk AKDP/AKAP yang besar. Lokasinya, pilih yang mudah diakses dari semua arah,” kata Wasekjen DPP Partai Gerindra ini.

Yang jitu, kata Andre yang alumni SMA 2 Padang itu,  ada dua langkah yang diambil untuk angkutan massal ini. Pertama, dengan membangun dan mengaktifkan kembali jalur kereta api (KA) di dalam kota. Lalu menghadirkan Padang Commuter Line (PCL) seperti di Jabodetabek.

“Caranya dengan menggandeng PT KAI dan Kementerian Perhubungan dan mengaktifkan stasiun KA di tiga titik akhir tujuan, yakni:Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Indarung atau PT Semen Padang (PT SP). Nanti setiap 5 km kita akan bangun stasiun pemberhentian. Kalau PCL ini jalan, tentu transportasi kota akan lebih efektif dan modern,” sebut alumni SMAN 2 Padang ini.

Cara kedua adalah lebih memaksimalkan bus massal, atau yang sekarang disebut Trans Padang. Saat ini, rute yang ada hanya Padang-Batas Kota (Kototangah) saja, padahal Padang memiliki jalur di empat arah mata angin. “Hadirkan bus yang lebih besar, tapi tidak mematikan para pengusaha dan pengemudi angkot – seperti Trans Padang ‘membunuh’ bus kota,” katanya.

Pemko Padang, harus mendata ulang, berapa pengusaha dan pengemudi angkot yang ada saat ini. Libatkan mereka dan hadirkan bus massal yang beroperasi ke segala penjuru kota, seperti Lubukbuaya, Bandar Buat, Teluk Bayur, dan Aiapacah di Kototangah. “Kalau mereka dilibatkan berkelompok mengelola bus massal yang dikoordinir Dinas Perhubungan, tentu mereka akan mendukung program ini sepenuhnya,” sebut Andre.

Langkah ketiga untuk mengurai macet dan kesemrawutan, kata Andre Rosiade, dengan memperlebar jalan-jalan di Kota Padang. Terutama jalan yang padat lalu lintasnya. Karena, sudah sangat lama jalan-jalan utama di Kota Padang tidak diperlebar. Seperti Jalan Khatib Sulaiman, S Parman, Jalan Hamka, Sudirman, Gajah Mada, Veteran dan lainnya.

“Memperlebar jalan adalah langkah yang urgen untuk Kota Padang kalau ingin terus berkembang. Selain itu juga membangun sejumlah fly over(jembatan layang) di beberapa titik kemacetan Kota Padang. Jika ingin menjadi kota yang teratur, memang harus menghadirkan fly over di titik-titik kemacetan—termasuk di Bypass,” sebut mantan Presiden BEM Univeritas Trisakti Jakarta ini.

Selain itu, sebut Andre Rosiade, ketegasan Pemko Padang untuk memberantas parkir liar di titik tertentu juga harus dilakukan. Seperti di kawasan Khatib Sulaiman, tepatnya di Trans Mart, dan Jalan Hamka dekat Basko Grand Mall dan Jalan Pemuda dekat Plaza Andalas. “Kunci memberantas parkir liar adalah ketegasan pemerintah kota,” katanya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Terpopuler

X