Legislator Tekankan Pentingnya Hasilkan EBT yang Handal dan Mandiri

- Senin, 6 Desember 2021 | 01:27 WIB
Ilustrasi Geothermal, transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (Kemenkeu Foto/geodipa.co.id)
Ilustrasi Geothermal, transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (Kemenkeu Foto/geodipa.co.id)

HARIANHALUAN.COM - Komisi VII DPR RI menekan pentingnya menghasilkan energi baru terbarukan (EBT) yang handal dan mandiri (clean and renewable energy). Hal ini jadi penting agar seluruh wilayah Indonesia secara mandiri memiliki akses sumber energi yang dihasilkan berdasarkan potensi energi yang dimiliki oleh daerah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT Vena Energy di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (4/12/2021).

Peninjauan PLTS dilakukan bertujuan untuk menemukan sekaligus belajar dari best practices guna mendorong terciptanya energi alternatif di Indonesia. 

"Kunjungan ini bertujuan untuk menemukan dan mempelajari dari best practices di lapangan. Komisi VII DPR sangat concern dengan clean and renewable energy. Saat ini kita tahu kita sedang ke arah sana," terang Sugeng.

Komitmen menghasilkan EBT bukan sekadar omongan belaka. Dirinya menjelaskan Indonesia turut terlibat dan menandatangani Paris Agreement. Kemudian, perjanjian tersebut ditegaskan dengan ratifikasi dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim.

Tentu, ia menegaskan, serangkaian kebijakan ini menjadi bukti komitmen Indonesia untuk memperoleh energi bersih, handal, dan mandiri tanpa tergantung sumber fosil.

"Kita semua akan menekan serendah mungkin emisi karbon. Energi baru dan terbarukan bukan pilihan, itu keharusan,” tegas Sugeng.

Walaupun pengembangan PLTS masih perlu sejumlah tantangan seperti terbatasnya lahan untuk membangun infratruktur PLTS, politisi Partai Nasional Demokrat (F-NasDem) itu tetap optimis tantangan itu bisa dihadapi dengan menerapkan sistem floating sehingga infrastruktur tenaga surya bisa memanfaatkan danau atau laut untuk menyerap energi surya.

Oleh karena itu, Sugeng meyakini Indonesia mampu beralih menuju EBT sebagai sumber utama energi. Baginya, Indonesia dianugerahi sumber daya alam di mana ada potensi membangun PLTS yang dapat mengakselerasi target bauran EBT sebesar 23 persen di tahun 2025 hingga 31 persen di tahun 2050.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: dpr.go.id

Tags

Terkini

Megawati Ulang Tahun, Kader PDIP Berikan Kado Ini

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:45 WIB

PKS Minta Sektor Kelistrikan Jangan Diliberalisasi

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:15 WIB

42 Desa di Kerinci Bakal Gelar Pilkades Serentak

Kamis, 20 Januari 2022 | 04:20 WIB
X