Hendri Arnis Gugat Hasil Pilkada

- Kamis, 26 Juli 2018 | 11:48 WIB

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM – Tidak puas dengan hasil penghitungan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Hendri Arnis – Eko Furqani (Hebat) melayangkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi. Hari ini, Kamis (26/7), sidang pendahuluan akan dilaksanakan.

Kuasa hukum Hendri Arnis – Eko Furqani, Ardyan SH MH menyebutkan, pihaknya telah memasukkan gugatan ke MK pada 9 Juli lalu, dengan nomor perkara 9/PHP.KOT-XVI/2018. “Sesuai jadwal, sidang pendahuluan akan digelar besok (hari ini-red).  Sidang pendahuluan dilaksanakan setelah semua syarat dinyatakan lengkap oleh MK," tutur Ardyan ketika dihubungi Haluan, Rabu (25/7).

Dituturkan Ardyan, berdasarkan laporan yang diterima dari saksi, adanya ketidakkonsistenan dari petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam menentukan suara sah dan tidak sah. "Tim Hebat melihat adanya surat suara yang sengaja dirusak. Seharusnya surat tersebut menjadi suara yang tidak sah, namun hal tersebut tidak benar-benar diperhatikan oleh petugas di TPS maupun saksi. Hal tersebut diketahui setelah beberapa hari setelah penghitungan suara di TPS selesai," sebut Ardyan.

Ardyan menilai rekapitulasi yang dilakukan KPU Padang Panjang belum memperlihatkan hasil penghitungan suara yang sebenarnya, karena surat suara tercampur. Lanjut Ardyan, jika surat suara dihitung kembali dan dipisahkan antara suara sah dengan yang tidak sah, ia yakin kalau kliennya memperoleh suara yang lebih banyak dan memenangkan Pilkada di Kota Padang Panjang. "Kita ingin proses Pilkada ini berjalan dengan jujur dan adil," tuturnya.

Terpisah, Komisioner Divisi Hukum KPU Padang Panjang, Winda Aprizona menyebutkan, pihaknya siap menghadapi gugatan. Jelang sidang pendahuluan, KPU sedang mempersiapkan berkas-berkas yang akan dijadikan alat bukti terkait gugatan. “Berdasarkan nomor perkara 9/PHP.KOT-XVI/2018, gugatan paslon nomor urut 2, Hendri Arnis - Eko akan menjalani sidang pendahuluan di MK pada 26 Juli, dan kita telah mempersiapkan berkas-berkas yang akan dijadikan alat bukti,” papar Winda.

Winda mengatakan, pada sidang tanggal 26 Juli tersebut, pihaknya hanya mendengarkan gugatan dari pemohon. Esoknya, KPU harus memasukkan jabawan atas gugatan yang telah diajukan Hendri - Eko. “Besok (hari ini-red), kita mendengarkan gugatan dari pemohon, dan besoknya giliran KPU memasukkan jawaban atas gugatan yang telah diajukan. Sementara untuk sidang selanjutnya, kita akan menunggu keputusan dari MK,” jelas Winda.

Lebih lanjut Winda menambahkan, gugutan yang diajukan paslon nomor urut 2 tersebut terkait dugaan kecurangan-kecurangan di TPS yang ada di enam kelurahan. Mulai dari dugaan perusakan surat suara, hak pilih yang dibatasi, dan adanya dugaan politik uang.

5 Juli lalu, hasil hitungan KPU, pasangan Fadly Amran – Asrul menjadi pasangan dengan raihan suara terbanyak di Pilkada Padang Panjang. Dalam rekapitulasi penghitungan suara, pasangan nomor urut empat itu memperoleh 10.191 suara atau 39,6 persen. Sementara di posisi kedua yaitu pasangan nomor urut dua Hendri Arnis-Eko Furqoni dengan 9.338 suara atau 36,3 persen. Hendri Arnis merupakan walikota petahana. Di urutan ke tiga pasangan nomor urut satu yaitu Mawardi-Taufiq Idris dengan perolehan suara 4.256 atau 16,5 persen. Mawardi adalah wakil walikota yang kini menjabat. Dan urutan terakhir pasangan nomor urut tiga Rafdi-Ahmad Fadly dengan perolehan 1.940 suara atau 7,5 persen. (h/pis)

Editor: Administrator

Terkini

Menteri KKP Kunjungi Poltek KP Pariaman

Kamis, 3 Juni 2021 | 10:56 WIB
X