Dua Pentolan Wakil Rakyat Bicara Soal Keterwakilan dan Peran Perempuan

- Kamis, 9 Desember 2021 | 20:45 WIB
Puan Maharani.
Puan Maharani.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Indonesia memiliki dua pentolan wakil rakyat yang kerap membicarakan isu tentang perempuan. Mereka adalah Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Hal-hal apa saja yang mereka perbincangkan? Bagaimana pemikiran mereka tentang keterwakilan dan peran perempuan dalam kehidupan secara kompleks? Mari simak ulasannya!.

Baca Juga: Deretan Perempuan Hebat dalam Keluarga Puan Maharani

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat rupanya mendukung langkah pemerintah dengan menyuarakan desakan kepada dunia agar perempuan diberi kesempatan lebih banyak pada pengambilan keputusan dalam kehidupan publik.

Menurutnya, dorongan tersebut akan menjadi langkah strategis untuk terus meningkatkan peran perempuan Indonesia di ranah publik. Lestari pun mendukung hal serupa. Ia yakin jika pemerintah mendukung hal tersebut maka akan menambah semangat para perempuan terhadap perjuangan yang sedang atau terus diperjuangkan oleh mereka.

Baca Juga: Pilpres 2024, Mungkinkah Pasangan Prabowo-Puan Maharani Benar Terjadi?

Bagi Rerie, biasa ia disapa, memperjuangkan sejumlah isu terkait peningkatan eksistensi perempuan di ranah publik dirasa akan mampu membuka kesempatan bagi perempuan dalam penanggulangan penyebaran virus Corona di masa pandemi.

Tak hanya itu saja, ia juga mendorong komitmen yang lebih luas dan upaya pemerintah untuk memastikan peran sentral perempuan dan anak perempuan di ranah global dalam upaya pembangunan kembali masyarakat.

Perlu kita semua ketahui, kalau saat ini sejumlah kebijakan pemerintah terkait perempuan sudah menuju arah yang sesuai dengan perjuangan para perempuan Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun Komnas Perempuan pada 5 Maret 2021, setidaknya terdapat 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020. Angka tersebut disebut menurun secara signifikan, dibandingkan dengan laporan tahun lalu yang tercatat ada 431.471 kasus.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X