Wakil Ketua MPR: Elit Politik Jangan Keluarkan Pernyataan Kontroversial

- Kamis, 16 Desember 2021 | 11:05 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani dalam diskusi bertema 'Refleksi Politik Kebangsaan 2021' di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2021).
Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani dalam diskusi bertema 'Refleksi Politik Kebangsaan 2021' di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2021).

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani mengharapkan para elit politik tidak mengeluarkan statement dan langkah politik yang memancing emosi masyarakat menjelang Pemilu 2024.

“Kita harapkan para elit tidak mengeluarkan statement yang kontroversial, tapi tetap mengedepankan kepentingan kebangsaan,” tutur Arsul Sani dalam diskusi bertema 'Refleksi Politik Kebangsaan 2021' di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Dia juga berharap pasangan capres dan cawapres pada Pemilu 2024 lebih dari dua, minimal tiga pasang untuk menghindari polarisasi politik yang tajam di masyarakat seperti pengalaman pada Pilpres 2014 dan 2019.

Baca Juga: Jalan Tengah Penetapan Presidential Threshold

Dengan alasan itu, politisi PPP itu meminta presidential threshold ambang batas pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden  diturunkan menjadi 5 sampai 10 persen.

“Dengan presidential threshold 20 persen seperti sekarang ini akan bisa ada empat pasangan capres, tapi iru kalau sulit. Sebaiknya PT diturunkan menjadi 5 atau 10 persen,” jelas Waketum DPP PPP ini.

Arsul menyadari, politik identitas sulit dihindari pada pilpres. Namun harus kelola dalam koridor kewajaran dan tidak melanggar hukum.

Wakil Ketua MPR-RI Jazilul Fawaid dari PKB sepakat, semua pihak harus  mengedepankan politik kebangsaan. Salah satu caranya dengan menurunkan PT 20 persen menjadi 5 atau 10 persen. Dengan PT 5 atau 10 persen, diharapkan akan lahir capres lebih dari dua pasangan.

“Dengan tiga atau empat pasangan itu bisa berkompetisi dengan fair, tidak merugikan rakyat, dan semua mengedepankan kepentingan bersama, dan PKB siap membuat dan memimpin poros baru dalam pilpres 2024," kata Jazilul.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

X