Jamiluddin Ritonga Sebut Puan Maharani Sangat Tidak Aspiratif

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 18:51 WIB
Jamiluddin Ritongan
Jamiluddin Ritongan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengamat komunikasi politik M Jamiluddin Ritonga menyebut Ketua DPR RI Puan Maharani sosok yang tidak aspiratif.

Baca Juga: Jamiluddin Ritonga: Pemindahan IKN Hanya Keinginan Elit

Penilaian Jamil itu terkait pernyatan Puan Maharani yang menyatakan DPR RI telah sepakat tidak merevisi UU tentang Pemilu merespon adanya gugatan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.

Pernyataan Puan itu dengan sendirinya telah menutup peluang untuk merevisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Padahal, berbagai elemen masyarakat sedang mewacanakan presidential threshold (PT) 20 persen yang diatur dalam UU tersebut.

Celakanya, Puan justeru meminta masyarakat untuk menghormati kesepakatan DPR RI tersebut. Disini jelas Puan seolah-olah tidak memahami dari mana asalnya serta apa tugas dan fungsi DPR RI.

"Puan seharusnya paham, DPR RI bertugas menyerap aspirasi masyarakat. Kalau masyarakat menyampaikan aspirasi terkait PT 20 persen, seharusnya Puan menyerapnya dengan sungguh-sungguh untuk kemungkinan diimplementasi ke fungsi legislasi," kata Jamil, Sabtu (18/12/2021).

Namun Puan tidak melakukan hal itu, tapi justeru menampik wacana di masyarakat, khususnya terkait PT. Disini Puan terkesan sudah mengabaikan tugas dan fungsi yang seharusnya dilakukan DPR RI.

Padahal, DPD RI sudah dengan intensifnya meminta agar PT menjadi nol persen. Bahkan beberapa elemen masyarakat sudah menggugat PT ke Mahkamah Konstitusi.

Jamil juga mengutip hasil urvei yang dilakukan Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) pada akhir Oktober hingga awal November 2021 menunjukkan bahwa 80,4 persen masyarakat Jawa Timur menghendaki PT 20 persen menjadi nol persen.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

X