Ditemukan KTP Komisioner dalam Syarat Dukungan, Ini Tanggapan Paslon

- Selasa, 25 Februari 2020 | 17:18 WIB

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Bakal Calon (Balon) Bupati Solsel jalur perseorangan Jon Mathias mengaku belum mengetahui perihal ditemukan fotokopi KTP Komisioner KPU pada syarat dukungan paslon yang telah diserahkan pihaknya. 

"Yang jelas Kita bakal croshcek dahulu karena Kami belum mengetahui. Terkadang, yang namanya dukungan KTP bukan semua diserahkan langsung pada calon juga melalui relawan yang begitu banyak," sebutnya pada Harianhaluan.com, Selasa (25/2).

Menurutnya, dikarenakan penyerahan KTP tidak semuanya tercover Paslon dalam waktu dua bulan, mungkin saja diserahkan secara global melalui relawan. "Nanti kita cek. Hal semacam itu biasa saja terjadi dan itu gunanya ada verifikasi. Kalau enggak, mana mungkin ada pencocokan data atau verifikasi dari pihak penyelenggara atau KPU. Saya belum melihat karena begitu banyak relawan," katanya.

Sebelumnya, dua lembar fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Komisioner KPU Solsel ditemukan dalam berkas dukungan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati jalur independen. Hal itu disampaikan Komisioner KPU Solsel, Andi Andrawan Putra saat dihubungi Harianhaluan.com, Selasa (25/2).

Ia mengatakan, dua fotokopi KTP Komisioner KPU Solsel yang ditemukan yakni, Andri Andrawan Putra di syarat dukungan paslon Joni Syarif-Rapialdi. Dan fotokopi KTP Komisioner KPU Solsel Dedi Fitriadi ditemukan pada syarat dukungan paslon Jon Mathias-Jufrial. "Benar, ditemukan dua fotokopi KTP Komisioner KPU Solsel. Diantaranya, KTP saya dan Dedi Fitriadi," ucapnya.

Padahal, imbuhnya pihaknya tidak pernah memberikan KTP sebagai bentuk dukungan paslon. "Terkait temuan ini, kami sudah sampaikan pada Tim Liaison Officer (LO) kedua paslon jalur independen tersebut," katanya. 

Kemudian, imbuhnya pihak LO akan menarik masing-masing KTP dan syarat dari dukungan. "Kalaupun tidak, saat penelitian administrasi nanti bakal di TMS (tidak memenuhi syarat)," sebutnya.

Sebelumnya, kata Andi pada saat Pileg dan Pilkada sebelumnya KTP miliknya juga pernah ditemukan. "Jadi yang ditemukan itu KTP dan surat dukungan. Ditemukan saat menghitung dan mencocokkan jumlah dan KTP," ujarnya.Ia mengaku sudah melaporkan temuan ini ke KPU Provinsi dan sesuai arahan mereka KTP tersebut di masukkan kategori tidak memenuhi syarat (TMS) saat melakukan verifikasi. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Jangan Asal Nyapres, Wajib Patuhi Hal Ini

Sabtu, 25 September 2021 | 16:25 WIB

PDIP dan Nasdem Berbeda Sikap Terkait Wacana PPHN

Selasa, 14 September 2021 | 12:57 WIB

Perempuan Kurang Minat Terjun Dalam Politik, Salah Siapa?

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB
X