Dihadapan Jokowi, Giring Sebut Indonesia Suram Jika Presiden Terpilih Seorang Pembohong

- Kamis, 23 Desember 2021 | 12:15 WIB
Giring Ganesha atau Giring "Nidji"
Giring Ganesha atau Giring "Nidji"

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyebutkan generasi saat ini khawatir atas ancaman intoleransi dalam memilih pemimpin masa depan.

Di hadapan Presiden Jokowi, Giring berapi-api menyebut masa depan Indonesia akan suram apabila calon-calon pemimpin Indonesia menggunakan isu SARA untuk memenangkan pemilihan.

Baca Juga: Kritik Anies Baswedan, Netizen Nilai Giring Ganesha Lebih Parah dari Aldi Taher

"Kemajuan kita akan terancam, jika kelak orang yang akan menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA, dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada. Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja!," kata Giring dalam perayaan puncak HUT ke-7 PSI di Ballroom Djakarta Theater Jakarta, dikutip dari Kumparan.com, Kamis (23/12/2021).

Giring menegaskan seluruh kadernya telah berkomitmen untuk tidak berkompromi pada orang-orang yang menggunakan cara kotor untuk memenangkan pertarungan politik.

Baca Juga: Begini Pesan Fahri Hamzah ke Giring yang Tuding Anies Pembohong

"PSI ingin menarik garis tegas, Pak, tidak berkompromi dengan orang yang menghalalkan segala cara. Termasuk peralat agama, main mata, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran, menggunakan ayat untuk menjatuhkan lawan politiknya!" tegas Giring.

Namun, apabila ke depannya ada pemimpin terpilih menggunakan cara seperti itu, ia menegaskan PSI siap menjadi oposisi, seperti yang sudah dilakukan di Jakarta.

"Bila kelak skenario buruk terjadi, dan kandidat yang punya rekam jejak politisasi agama itu menang Pilpres, PSI siap jadi oposisi sebagaimana yang kami buktikan di Jakarta hari ini!" tutur Giring.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Kumparan.com

Tags

Terkini

X