PKS: Alasan Pertamina Hapuskan BBM Premium Menyesatkan 

- Kamis, 23 Desember 2021 | 16:53 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta Pemerintah dan Pertamina berhenti menggunakan narasi akan menghapus BBM jenis premium karena penggunaannya terus turun. 

Mulyanto menilai narasi itu menyesatkan dan berpotensi masuk kategori kebohongan publik. Karena faktanya hingga kini masih banyak masyarakat yang ingin menggunakan bensin premium. 

"Kalaupun penggunaan premium berkurang, hal itu disebabkan karena pihak Pertamina yang mengurangi jumlah pasokan BBM premium di beberapa wilayah. Bukan karena peminatnya yang berkurang," kata Mulyanto, Kamis (23/12/2021). 

Dia menantang Pertamina memuka data jumlah distribusi BBM premium ke berbagai wilayah dan melihatnya bersama-sama apakah benar penurunan konsumsi BBM premium itu karena turunnya minat masyarakat.

Mulyanto menyayangkan Pemerintah dan Pertamina tidak jujur soal penghapusan BBM premium ini. Dirinya bukan anti pada BBM ramah lingkungan, namun harus tetap  memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.  

Dia minta pemerintah memikirkan solusi alternatif BBM murah bagi masyarakat bila tetap ingin menghapus premium. Sehingga upaya menjaga lingkungan hidup tercapai dan beban hidup masyarakat tidak bertambah.  

Anggota Komisi VII DPR RI itu mengingatkan, saat ini daya beli masyarakat sedang lemah karena terdampak pandemi Covid-19. Tahun 2022 belum tentu terjadi pemulihan daya beli masyarakat tersebut.

“Pemerintah harus memiliki rencana buffering dan mitigasinya. Kalau Premium dihapus, apa alternatif BBM murah untuk masyarakat?" kata Mulyanto.

Mulyanto pun mempertanyakan, apakah kompensasi atas penugasan Pertamina untuk premium ini dapat dialihkan ke BBM yang tersisa, sehingga harganya menjadi sama dengan harga premium. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

X