Partai Gelora Usulkan Pileg dan Pilpres Dipisahkan

- Rabu, 29 Desember 2021 | 18:18 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia Anis Matta
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia Anis Matta

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia Anis Matta mengusulkan pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) dipisahkan.

Alasan Anis, karena dia tidak ingin banyak jatuh korban jiwa dari petugas penyelenggara pemilu seperti yang terjadi pada dua kali pemilu sebelumnya akibat begitu beratnya beban kerja yang mereka dihadapi dengan penyatuan pilpres dan pileg.

Baca Juga: Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Begini Respon Gerindra

"Inilah salah satu yang kita ajukan dalam judicial review UU Pemilu yang ada sekarang ini ke Mahkamah Konstitusi (MK)," kata Anis Matta dalam Gelora Talks bertema Refleksi Akhir Tahun; Selamat Datang Tahun Politik, Bagaimana Nasib Indonesia di Masa Datang", secara virtual, Rabu (29/12/2021).

Diskusi menghadirkan narasumber DR. Rizal Ramli (Ekonom & Tokoh Nasional), Rocky Gerung (Pengamat Nasional), Dr. Margarito Khamis (Pakar Hukum Tata Negara) dengan host Dadi Krismatono (Ketua Bidang Narasi DPN Partai  Gelora  Indonesia).

Baca Juga: Pilpres 2024, Partai Ini Beri Kesempatan untuk Erick Thohir

Selain mengusulkan pileg dan pilpres dipisah, Anis Matta juga mengusulkan fraksi-fraksi yang ada di DPR sekarang ini dihapuskan. Dengan demikian, anggota yang DPR betul-betul memiliki hak individu sebagai wakil rakyat.

"Dengan kondisi sekarang, DPR cukup diatur oleh sembilan orang yang menjadi ketua umum partai politik yang memiliki kursi di DPR. Sementara anggota DPR tidak bisa independen memperjuangkan konstituennya," kata Anis Matta. (*)

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X