Politikus Ini Sebut Kartu Prakerja Tercela dan Koruptif

- Selasa, 14 April 2020 | 20:55 WIB

"Itu jelas korup. Apakah karena itu pasal tidak bisa dipidana dalam Perppu Covid-19 dibuat?" katanya.

Diketahui, Jokowi telah meneken Perppu Nomor 1 Tahun 2020 terkait penanganan pandemi Covid-19. Salah satu poin dalam Perppu itu adalah pejabat pemerintah tak bisa digugat pidana maupun perdata akibat melaksanakan amanat dengan iktikad baik sesuai beleid tersebut.

Rachland pun meminta pemerintah menghapus pendanaan bagi pelatihan online dan menggunakan seluruh anggaran sebesar Rp20 triliun Kartu Prakerja untuk BLT.

Terakhir, Rachland meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) segera memberhentikan Staf Khusus Presiden yang mencoba memanfaatkan program Kartu Prakerja.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan pendaftaran program kartu prakerja sudah resmi dibuka untuk gelombang pertama sebanyak 164 ribu peserta.

"Pendaftaran dibuka per minggu dan gelombang pertama ini akan direkrut 164 ribu peserta," ujar Airlangga dalam konferensi pers pada Sabtu (11/4).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengungkapkan dalam empat hari sejak dibuka sudah masuk 4 juta pendaftar program kartu prakerja.

"Untuk program prakerja sejak dirilis (4 hari lalu) telah terdaftar empat juta orang melalui situs resmi www.prakerja.go.id," kata Denni dalam konferensi pers di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa petang.

Denni memaparkan hasil pendaftaran gelombang pertama akan diumumkan sehari setelah tenggat waktu, yaitu Jumat (17/4). Jika belum diterima pada gelombang pertama, pendaftar dapat bergabung di gelombang kedua dan tidak perlu mengulang proses dari awal.

Pemerintah bekerja sama dengan beberapa platform digital, seperti Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, dan Pijar. Sementara, untuk pembayaran uang insentif bisa dilakukan melalui BNI, OVO, Gopay, dan Link Aja.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Terpopuler

X