Catatan Akhir Tahun 2021 PKS, Kinerja Pemerintah Bidang Energi Masih Merah

- Jumat, 31 Desember 2021 | 16:39 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai kinerja Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf di bidang energi tahun 2021  masih belum menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Prestasinya masih datar-datar saja bahkan cenderung merah. 

Dia menyarankan pemerintah melakulam evaluasi secara mendalam berbagai kebijakan energi. Jangan latah sekedar ambil muka dunia internasional atau mendewakan investor. Harusnya benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan keamanan nasional.

Baca Juga: PKS: Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Ristek Nasional

Transisi energi bersih, baik listrik maupun BBM menuju net zero carbon emmision, terkesan hanya membebek dan didikte oleh konstelasi global baik dalam skema/standar COP-26 maupun  EURO-4, tanpa betul-betul menghitung dengan cermat konsekuensinya bagi kesejahteraan rakyat.

"Akibatnya yang muncul adalah kebijakan energi dengan harga mahal yang mengorbankan rakyat. Pemerintah secara serentak di akhir Desember 2021 dan di awal tahun 2022 telah dan akan menaikan harga gas LPG, tarif listrik dan menghapus Premium, yang menyisakan BBM mahal," jelas Mulyanto kepada media ini, Jumat (31/12/2021).

Baca Juga: PKS Sebut Pemerintah Ugal-ugalan, Ada Apa?

Secara khusus, Mulyanto menilai kinerja sektor migas baik impor, lifting, maupun pembangunan kilang masih terkesan merah. Impor migas, terutama BBM dan LPG, bukannya menurun, bahkan terus melonjak, yang membuat bengkak defisit transaksi berjalan. 

Defisit transaksi berjalan sektor migas untuk tahun 2021 diperkirakan meningkat menjadi sebesar USD 11 milIar. Padahal pada tahun 2019 hanya sebesar  USD 10 miliar dan bahkan pada tahun 2020 hanya sebesar USD 6 miliar.

Lifting minyak memiliki target 1 juta bph (barel per hari) di tahun 2030.  Namun anehnya, target lifting tahunan bukannya naik, malah justru terus melorot. Target lifting minyak tahun 2019, 2020, 2021 dan tahun 2022 masing-masing sebesar 775, 755, 705 dan 704 bph. Terus turun. 

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X